Berita

KNPB Sentani: Pembebasan Enam Anggota Harus Jadi Momentum Evaluasi Kinerja Aparat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani menilai pembebasan enam anggotanya pada Minggu (7/12/2025) harus menjadi momentum bagi kepolisian untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan aksi dan kebebasan berekspresi di Papua.

Enam anggota KNPB, Meage Fernando Pase, Alex Tepmul, Melky Pase, Ido Udam, Nesta Enambere, dan Demanus Deal dibebaskan setelah menjalani penahanan sejak Sabtu (6/12/2025) di Polres Jayapura, Doyo Baru. Penahanan terjadi menyusul insiden saat kegiatan ibadah yang digelar KNPB di Sentani.

Pembebasan berlangsung setelah audiensi antara Badan Pengurus Pusat KNPB, KNPB Wilayah Sentani, Departemen GIDI Komisi Hukum dan HAM, serta pendamping hukum dari lembaga bantuan hukum dengan pihak kepolisian. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadraks Lagowan.

Juru Bicara KNPB Sentani, Nofis Esema, menyebut insiden berawal dari kesalahpahaman aparat terhadap kegiatan ibadah yang digelar organisasi.

“Kesalahpahaman itu memicu tindakan represif. Belasan anggota serta massa aksi termasuk perempuan dan anak-anak, mengalami kekerasan fisik,” tegasnya.

Nofis menambahkan bahwa aparat penegak hukum perlu mengevaluasi mekanisme penanganan aksi warga agar tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi.

“Aparat harus menghormati hak berkumpul dan berekspresi sebagaimana dijamin undang-undang. Penahanan sepihak dan kekerasan tidak boleh menjadi pola,” ujarnya.

Puluhan anggota KNPB Sentani melakukan long march menuju Polres Jayapura di Doyo untuk menjemput keenam anggota yang ditahan. Mereka akhirnya dibebaskan pada pukul 14.20 WIT dan langsung bergabung dengan anggota lainnya.

KNPB Sentani mengecam tindakan represif aparat dan mengingatkan bahwa insiden serupa dapat memicu ketegangan jika tidak ditangani dengan baik. Organisasi ini mendesak kepolisian agar membuka ruang komunikasi yang konstruktif.

“Kami berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan ke depan ada koordinasi yang lebih baik antara KNPB dan aparat,” tutup Nofis Esema. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

11 jam ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

11 jam ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

12 jam ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

14 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

1 hari ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

1 hari ago