Berita

Komandan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Imbau Warga Tak Ikut Upacara 17 Agustus

NABIRE, TOMEI.ID | Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Koptiua Heluka, menyerukan warga Papua, khususnya masyarakat Yahukimo dan wilayah Lapago, tidak mengikuti upacara maupun rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Heluka melalui sebuah video yang beredar pada Jumat (14/8/2026), yang memuat seruan tegas kepada masyarakat Papua menjelang peringatan 17 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya, ia meminta masyarakat, termasuk aparatur pemerintah, pejabat daerah dan pelajar, tidak menghadiri upacara maupun kegiatan peringatan 17 Agustus di berbagai wilayah yang menjadi sasaran imbauan tersebut, khususnya Yahukimo dan Lapago.

“Tanggal 17 Agustus Indonesia punya hari, tidak boleh orang Papua satu pun ikut. Stop! Tidak boleh ada yang ikut. Mau pegawai kah, mau pejabat kah, mau anak sekolah kah, mau siapa kah, tidak boleh ikut,” kata Heluka dalam video tersebut.

Heluka juga menyebut larangan itu berlaku bagi berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan di wilayah Yahukimo, termasuk aparatur sipil negara, pejabat daerah, tenaga pendidik, pelajar, serta masyarakat umum yang hendak mengikuti upacara kemerdekaan.

“Bupati kah, Gubernur kah, desa kah, Satpol PP kah, pegawai kah, tidak boleh ikut. Anak sekolah tidak boleh,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang sama, Heluka kemudian menyampaikan ancaman kekerasan terhadap warga yang menurutnya tetap mengikuti kegiatan 17 Agustus.

Ia mengklaim memiliki jaringan pemantauan di wilayah perkotaan Yahukimo yang disebut digunakan untuk memantau aktivitas warga menjelang pelaksanaan rangkaian peringatan 17 Agustus 2026 di daerah tersebut.

“Sementara ini kami punya mata-mata sudah ada dalam kota. Jadi kalau ada yang kedapatan, tetap tidak segan-segan, tetap kami akan tembak,” kata Heluka.

Pernyataan tersebut merupakan ancaman kekerasan yang disampaikan Heluka dalam video tersebut dan belum merupakan tindakan yang telah terjadi. Redaksi tomei.id tidak membenarkan maupun mendukung ancaman terhadap masyarakat sipil dalam bentuk apa pun.

Heluka selanjutnya menyampaikan pandangan bahwa 1 Desember merupakan hari kemerdekaan bagi orang Papua. Ia meminta masyarakat Papua merayakan tanggal tersebut berdasarkan pandangan sejarah yang diyakini kelompoknya.

“Tidak boleh ada yang ikut, kecuali 1 Desember, itu baru orang Papua punya hari kemerdekaan. Itu sesuai dengan sejarah untuk orang Papua,” ujarnya.

Secara khusus, Heluka juga menyebut sejumlah lokasi yang menurutnya tidak boleh didatangi masyarakat untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Yahukimo.

“Besok tidak boleh ada yang ikut upacara di Kali Biru, Kantor Bupati tidak boleh. 17 Agustus tidak boleh ada yang masuk,” katanya.

Di bagian akhir pernyataannya, Heluka kembali mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tidak mengikuti rangkaian kegiatan peringatan 17 Agustus.

“Masyarakat Yahukimo segera, tidak ada yang ikut. Itu dari kami, saya selaku Komandan Operasi Wilayah Yahukimo,” kata Heluka.

Hingga berita ini terbit, tomei.id belum memperoleh konfirmasi dari TNI, Polri, Pemkab Yahukimo maupun pihak terkait. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi demi keberimbangan dan akurasi pemberitaan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Daftarkan 50.000 Warga ke JKN, Perluas Akses Kesehatan hingga Kampung

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas jaminan kesehatan masyarakat dengan mendaftarkan…

7 menit ago

Wagub Papua Tengah Tampilkan Identitas Lani dalam Upacara HUT ke-81 RI di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, tampil mengenakan busana adat Suku Lani…

19 menit ago

HUT ke-81 RI, Fransina Daby Sekolahkan 31 Anak Jalanan Papua Pegunungan ke Jayapura

WAMENA, TOMEI.ID | Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan Anggota DPR Provinsi…

28 menit ago

Gubernur Meki dan Wagub Deinas Tampilkan Identitas Mee-Lani pada HUT ke-81 RI

NABIRE, TOMEI.ID | Detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi…

60 menit ago

PMKRI Cabang Nabire Apresiasi Pendekatan Humanis Polres Nabire dalam Pengamanan Aksi

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus…

1 hari ago

Menteri HAM dan Hukum Uncen Kecam Penembakan Mahasiswa, Desak Pengusutan Transparan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Menteri HAM dan Hukum Universitas Cenderawasih mengecam tindakan aparat dalam pembubaran aksi…

1 hari ago