Berita

Legenda Papua Yoseph Iyai Wafat, Jejak Penyerang Mungil dari Meepago Menggema di Pentas Nasional

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dunia sepak bola Papua berduka. Legenda asal Meepago, Yoseph Iyai, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) di RSUD Siriwini, Kabupaten Nabire, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan sepak bola daerah hingga nasional.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai penyerang lincah dan penuh determinasi ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Papua Tengah, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia yang pernah merasakan kontribusinya.

Perjalanan kariernya dimulai dari Persinab Nabire, sebelum menembus berbagai klub nasional seperti Arema FC, Persita Tangerang, hingga Persiwa Wamena. Dari tanah Meepago, ia menapaki jalur panjang menuju panggung sepak bola nasional dengan kerja keras dan konsistensi.

Namanya mulai mencuri perhatian publik saat memperkuat Arema pada musim 1999–2000. Dalam debut derby Malang melawan Persema Malang pada 7 November 1999, Yoseph langsung mencetak gol, sebuah penegasan kualitasnya sebagai penyerang yang tajam dan berani.

Dengan tinggi badan sekitar 155 cm, Yoseph Iyai justru menjadikan keterbatasan fisik sebagai keunggulan. Kelincahan, kecepatan, dan kemampuan dribbling yang eksplosif membuatnya kerap merepotkan lini pertahanan lawan.

Usai gantung sepatu, ia memilih mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Dogiyai. Meski tak lagi aktif di lapangan, dedikasinya terhadap pembinaan sepak bola Papua tetap terjaga.

Dalam wawancara pada 26 Juli 2024 di Nabire, ia meninggalkan pesan kuat kepada generasi muda Papua.

“Jangan cengeng. Jatuh bangun itu biasa. Kejar bola, kejar prestasi, bukan hal-hal lain,” ujarnya kala itu.

Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan bermain, termasuk kemampuan membaca ruang sebagai kunci mencetak gol, sebuah filosofi sederhana yang lahir dari pengalaman panjang di lapangan.

Lebih jauh, Yoseph menilai Papua, khususnya Meepago, sebagai gudang talenta yang belum sepenuhnya terkelola. Ia mendorong peran serius pemerintah dan pelatih dalam membina potensi tersebut secara berkelanjutan.

Kepergian Yoseph Iyai bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga meninggalkan warisan inspirasi bagi generasi muda Papua: bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menembus panggung yang lebih tinggi.

Selamat jalan, legenda. Namamu akan tetap hidup dalam setiap denyut sepak bola Papua dan Indonesia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

18 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

18 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

19 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

2 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

2 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago