Berita

Mahasiswa Puncak nyatakan situasi “darurat militer”, desak penarikan pasukan TNI-Polri

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak Papua (IKMPP) se-Kota Studi Nabire menyampaikan sikap tegas atas insiden penembakan warga sipil yang terjadi di Kabupaten Puncak pada 14 April 2026.

Dalam konferensi pers di Karang Tumaritis, Nabire, Senin (20/4/2026), mahasiswa menyatakan situasi keamanan di wilayah tersebut telah berada pada kondisi “darurat militer” yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat sipil.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIT tersebut diikuti oleh delapan ikatan lokal, yakni IPMI, IPMG, IPMS, IPMD ALOI, IPMP, IPMW, IPMB, dan IPMD Penanggung Jawab Puncak Papua, yang turut menyuarakan solidaritas terhadap korban terdampak konflik berkepanjangan.

Para mahasiswa menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam berulangnya peristiwa kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di tanah Papua, khususnya di wilayah Puncak, serta menuntut penghentian segala bentuk kekerasan bersenjata di lapangan.

Dalam pernyataan sikapnya, IKMPP menilai keberadaan aparat bersenjata di sejumlah kampung justru berdampak pada menyempitnya ruang hidup masyarakat sipil serta meningkatkan ketegangan di lapangan, yang berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan secara berkelanjutan.

Mereka menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini tidak lagi dapat dikategorikan normal dan membutuhkan respons kebijakan yang cepat dan terukur dari pemerintah guna mencegah eskalasi konflik serta dampak kemanusiaan lebih luas.

Tiga tuntutan utama IKMPP

Pertama, IKMPP mendesak pemerintah segera melakukan penarikan seluruh pasukan militer non-organik dari wilayah Kabupaten Puncak dan Tanah Papua guna memulihkan rasa aman masyarakat serta menurunkan eskalasi konflik.

Kedua, mereka meminta pembukaan akses kemanusiaan secara menyeluruh, termasuk fasilitasi evakuasi warga terdampak serta menjamin masuknya lembaga independen seperti Lembaga Bantuan Hukum Papua dan Komnas HAM untuk melakukan investigasi lapangan secara objektif dan transparan.

Ketiga, IKMPP menuntut adanya proses penegakan hukum yang terbuka dan akuntabel terhadap dugaan pelaku penembakan warga sipil di Distrik Kembru dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Puncak, sebagai bentuk pemenuhan keadilan bagi korban dan keluarga.

IKMPP menegaskan bahwa sikap yang disampaikan merupakan hasil konsolidasi kolektif mahasiswa sebagai representasi suara masyarakat Puncak di kota studi, bukan sekadar respons insidental terhadap satu peristiwa.

“Suara mahasiswa adalah suara rakyat. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada pertanggungjawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian pernyataan IKMPP.

Pernyataan sikap tersebut mempertegas meningkatnya sorotan publik terhadap penanganan situasi keamanan di Papua, sekaligus mendorong negara untuk mengedepankan pendekatan yang tidak hanya berbasis keamanan, tetapi juga menjamin perlindungan hak asasi manusia dan keselamatan warga sipil secara menyeluruh. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

23 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

23 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

23 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

1 hari ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

1 hari ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

1 hari ago