Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

oleh -1153 Dilihat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara atas respons terhadap berbagai aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam pertemuan bersama pemerintah di Kota Studi Manokwari, Selasa, (21/7/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul langkah Pemerintah Kabupaten Tolikara yang mulai menindaklanjuti sejumlah persoalan mahasiswa, di antaranya penyelesaian kontrakan, evaluasi sistem aplikasi SIMARA, serta rencana pembangunan asrama permanen bagi mahasiswa Tolikara di Manokwari.

banner 728x90

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menilai langkah pemerintah membuka ruang dialog menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda Tolikara. Namun demikian, mereka berharap berbagai komitmen yang telah disampaikan segera diwujudkan melalui kebijakan dan program yang dapat dirasakan secara langsung.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan lima poin aspirasi kepada pemerintah. Pertama, meminta pembangunan asrama permanen segera direalisasikan mengingat lahan untuk pembangunan telah tersedia di Kota Studi Manokwari.

Kedua, meminta evaluasi terhadap aplikasi SIMARA agar pengelolaannya disesuaikan dengan kondisi mahasiswa di masing-masing koordinator wilayah. Ketiga, mendesak penyelesaian persoalan kontrakan mahasiswa pada minggu berjalan.

Keempat, meminta pemerintah melakukan kunjungan langsung ke setiap kota studi, khususnya Manokwari, untuk melihat kondisi mahasiswa secara langsung. Kelima, mahasiswa menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara yang telah membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi mahasiswa.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tolikara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa Tolikara yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota studi. Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara memastikan penyelesaian persoalan kontrakan mahasiswa akan dilakukan pada minggu berjalan, baik di Korwil Manokwari maupun kota studi lainnya di Indonesia.

Pemerintah juga menjelaskan bahwa keterlambatan pengelolaan aplikasi SIMARA terjadi karena adanya proses transisi kewenangan dari Bagian Ekonomi Pembangunan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara sehingga memerlukan penyesuaian administrasi dan teknis.

Wakil Bupati Tolikara, Yotham Wonda, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pendidikan, tetapi juga peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pengembangan kompetensi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tolikara berencana menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan guna meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa sehingga memiliki daya saing di dunia kerja, termasuk pada perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Papua.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara menyatakan akan mengusulkan pembangunan asrama permanen bagi mahasiswa Tolikara Korwil Manokwari kepada Bupati dan Wakil Bupati agar dapat menjadi salah satu program prioritas pada tahun anggaran mendatang.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Tolikara, Desmon D. Wanimbo, mengatakan kehadirannya di Manokwari merupakan bagian dari upaya pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi mahasiswa sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan kepada pimpinan daerah.

“Kami turun langsung mendengar seluruh persoalan mahasiswa dan melaporkannya kepada pemerintah sesuai kondisi riil di lapangan. Ke depan kami berharap setiap korwil memiliki pembina atau koordinator sebagai perpanjangan tangan pemerintah agar pembinaan mahasiswa dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Selain menyampaikan hasil pemantauan di lapangan, Desmon juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Tolikara menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan tiga perguruan tinggi di Tanah Papua, yakni Universitas Cenderawasih (UNCEN), Universitas Papua (UNIPA), dan Universitas Musamus (MUSAMUS).

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan akademik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia asal Tolikara.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan harapan agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret, terutama terkait pembangunan asrama permanen, penyelesaian persoalan kontrakan mahasiswa, serta peningkatan pelayanan pendidikan bagi mahasiswa Tolikara di berbagai kota studi. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.