Berita

Mahasiswa Yalimo Desak Pemkab Segera Cairkan Bantuan Studi, Keterlambatan Dinilai Ganggu Aktivitas Akademik

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Yalimo, Yoti Loho, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yalimo melalui Dinas Kesehatan segera merealisasikan bantuan studi tahun 2026 bagi mahasiswa kesehatan yang hingga kini belum dicairkan. 

Keterlambatan tersebut dinilai menghambat berbagai kebutuhan akademik mahasiswa, mulai dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, hingga penyelesaian kewajiban perkuliahan lainnya.

Yoti menilai lambannya proses realisasi bantuan studi menimbulkan ketidakpastian bagi mahasiswa penerima manfaat. Padahal, Pemkab Yalimo sebelumnya telah menyampaikan bahwa anggaran bantuan studi tahun 2026 telah dialokasikan dan memasuki tahap realisasi.

Menurutnya, mahasiswa telah memenuhi seluruh kewajiban administrasi dengan menyerahkan data dan persyaratan yang diminta Dinas Kesehatan pada Mei 2026. Namun hingga pertengahan Juni, belum ada kepastian maupun penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pencairan bantuan tersebut.

“Mahasiswa sudah mengumpulkan seluruh persyaratan yang diminta. Tanggung jawab kami sudah selesai. Namun sampai saat ini belum ada penjelasan maupun kepastian dari dinas terkait mengenai realisasi bantuan studi tersebut,” ujar Yoti, Rabu (10/6/2026).

Ia menyoroti adanya perbedaan proses pencairan antara mahasiswa umum dan mahasiswa kesehatan. Menurutnya, bantuan studi bagi mahasiswa umum telah direalisasikan melalui Dinas Pendidikan, sementara mahasiswa kesehatan masih menunggu tanpa kejelasan waktu pencairan.

Kondisi tersebut, lanjut Yoti, menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa sekaligus mencerminkan lemahnya koordinasi dalam pelaksanaan program bantuan pendidikan yang seharusnya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Yalimo.

Dalam pernyataannya, Yoti menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Yalimo. Pertama, Dinas Kesehatan diminta segera merealisasikan bantuan studi bagi mahasiswa kesehatan dalam waktu sesegera mungkin agar tidak mengganggu aktivitas akademik penerima manfaat.

Kedua, pemerintah diminta memastikan mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan administrasi memperoleh haknya sesuai ketentuan dan jadwal pencairan yang berlaku setiap semester.

Ketiga, mahasiswa meminta penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pencairan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

“Ke depan pemerintah harus bekerja berdasarkan target dan jadwal yang jelas sehingga mahasiswa tidak terus-menerus dihadapkan pada ketidakpastian seperti yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Yoti berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar bantuan studi dapat diterima mahasiswa dalam waktu dekat. Menurutnya, keberadaan bantuan tersebut sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal Yalimo yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi.

“Kami berharap proses realisasi dapat dipercepat sehingga mahasiswa yang telah memenuhi seluruh persyaratan dapat segera menerima bantuan dan fokus menyelesaikan pendidikan mereka,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

4 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

4 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

5 jam ago

459 Kasus Tercatat, Polda Papua Tengah akan Gelar Operasi Pekat Noken 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…

8 jam ago

TPNPB Ancam Karyawan Freeport yang Ikut Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

8 jam ago

Dies Natalis ke-12 Asrama Yahukimo Jayapura Soroti Perhatian Pemkab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…

9 jam ago