Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

oleh -1246 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bagi tiga juara Papua Reggae Festival XI 2026 sebagai komitmen nyata mendukung kreativitas dan kebangkitan musisi muda Papua.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Papua Reggae Festival XI bertema Culture and Art di Lapangan Eks Bandara Lama Nabire, Jumat (16/10/2026), yang diikuti 36 grup musik dari berbagai wilayah Papua.

banner 728x90

Meki mengatakan, Papua Tengah siap menjadi rumah bersama bagi musisi dan generasi muda Papua untuk mengembangkan kreativitas melalui musik.

“Festival musik ini bukan persoalan siapa yang terbaik dan siapa yang hebat, tapi bagaimana kita mengekspresikan dan membawa kesan tentang perdamaian dan kehidupan orang-orang hitam di negeri ini,” ujar Meki.

Ia menegaskan, musik reggae memiliki peran dalam mempererat persaudaraan, menyampaikan pesan perdamaian, dan memperkuat identitas budaya orang Papua.

Meki juga menyampaikan apresiasi kepada para musisi, seniman, panitia, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut. Ia mengaku bangga melihat musisi dari berbagai wilayah Papua datang ke Nabire untuk tampil bersama.

Sebagai bentuk dukungan pribadi terhadap para peserta, Meki menyatakan akan memberikan hadiah Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk juara kedua, dan Rp20 juta untuk juara ketiga.

Selain hadiah tersebut, Meki membuka peluang agar Papua Reggae Festival kembali digelar di Papua Tengah dengan skala yang lebih besar pada tahun depan apabila tidak ada daerah lain yang menjadi tuan rumah.

“Kita akan buat yang lebih besar di sini tahun depan,” katanya.

Ia berharap festival ini dapat berkembang menjadi agenda seni dan budaya berkualitas yang membuka peluang bagi musisi lokal, pelaku seni, generasi muda, serta pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Sementara itu, Ketua Panitia Papua Reggae Festival ke-XI, Ema Dogomo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan melalui komunitas Rasta Kribo Papua. Setiap grup musik peserta dijadwalkan membawakan tiga lagu reggae berbahasa daerah.

Menurut Ema, penggunaan bahasa daerah menjadi bagian penting dalam konsep festival tahun ini. Panitia ingin memberikan ruang bagi musik reggae yang mengangkat bahasa dan ekspresi budaya masyarakat Papua.

Ema juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Papua Tengah dan Polres Nabire atas dukungan pengamanan bersama panitia.

Pembukaan festival tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari wilayah Papua, para bupati dari delapan kabupaten di Papua Tengah, anggota DPR, serta para musisi peserta.

Melalui festival ini, dukungan terhadap kreativitas anak muda Papua diharapkan tidak berhenti pada panggung pertunjukan, tetapi berlanjut pada penguatan ruang berkarya, pelestarian bahasa daerah, dan pengembangan seni budaya di Papua. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.