Meki Nawipa: Sosok Penyelamat Pendidikan Papua Tengah

oleh -1170 Dilihat
Meki Nawipa: Sosok Penyelamat Pendidikan Papua Tengah (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah riuh pembangunan fisik dan dinamika politik daerah, sebuah keputusan penting lahir tanpa gegap gempita. Keputusan yang mungkin tidak langsung terlihat wujudnya, tetapi dampaknya perlahan menyentuh ruang-ruang kelas, meja belajar, dan masa depan ribuan anak Papua Tengah. Keputusan itu berbicara tentang harapan, bukan sekadar angka anggaran.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley menetapkan kebijakan sekolah gratis untuk jenjang SMA dan SMK melalui Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah. Kebijakan tersebut diberlakukan di delapan kabupaten dan menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membuka akses pendidikan menengah yang lebih adil dan merata.

banner 728x90

baca juga: Sah! Gubernur Meki Nawipa Tetapkan Program Pendidikan Sekolah Gratis di Papua Tengah

Bagi sebagian orang, kebijakan ini mungkin terdengar administratif. Namun bagi banyak keluarga di Papua Tengah, sekolah gratis adalah jawaban atas beban biaya pendidikan yang selama ini menjadi alasan utama anak-anak berhenti sekolah sebelum menyelesaikan jenjang menengah.

Dari Nabire, untuk Papua Tengah

Meki Nawipa bukan sekadar pemimpin administratif. Ia adalah figur yang lahir dari tanah Papua, memahami keterbatasan, dan memilih kembali untuk membangun daerahnya. Dalam banyak kesempatan, Gubernur Papua Tengah itu menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi utama pembangunan manusia.

baca juga: Kepsek SMA Negeri 2 Dogiyai Apresiasi Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah

Julukan “Sosok Penyelamat Pendidikan Papua Tengah” tidak lahir dari retorika, melainkan dari langkah nyata. Selain kebijakan sekolah gratis SMA dan SMK, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memulai program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di tingkat sekolah dasar sebagai upaya memperkuat karakter dan kualitas pendidikan sejak usia dini.

“Kami ingin membangun sumber daya manusia Papua Tengah sejak dini, mulai dari SD hingga perguruan tinggi,” ujar Meki Nawipa dalam sejumlah kesempatan. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa pendidikan bukan program jangka pendek, melainkan investasi lintas generasi.

Sekolah Gratis: Menghapus Kesenjangan, Membuka Peluang

Di Papua Tengah, biaya pendidikan kerap menjadi tembok penghalang bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Dengan diberlakukannya kebijakan sekolah gratis, beban tersebut perlahan terangkat. Orang tua tidak lagi dihantui pungutan, sementara siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa rasa takut putus sekolah di tengah jalan.

Di Kabupaten Deiyai, kebijakan ini telah diterapkan pada 12 SMA dan SMK, dengan 2.180 siswa menerima manfaat pendidikan gratis. Angka tersebut bukan sekadar data administratif, melainkan ribuan peluang hidup yang terbuka bagi generasi muda Papua Tengah.

Sekolah pun mulai merasakan dampaknya. Dengan dukungan anggaran pendidikan dari pemerintah provinsi, proses belajar mengajar berjalan lebih kondusif, dan perhatian dapat difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pembinaan karakter peserta didik.

Dukungan Guru dan Sekolah: Kebijakan yang Menyentuh Lapangan

Apresiasi terhadap kebijakan ini datang langsung dari lapangan. Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adii, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas dukungan nyata terhadap dunia pendidikan.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pelaksanaan biaya pendidikan gratis,” ujar Mariana Adii saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar hadir di ruang kelas dan dirasakan oleh sekolah, guru, serta peserta didik.

Pendidikan sebagai Arah Pembangunan Papua Tengah

Di tingkat kebijakan daerah, langkah ini memperjelas arah pembangunan Papua Tengah yang menempatkan manusia sebagai pusat. Pendidikan disejajarkan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik sebagai fondasi menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas, Papua Tengah tidak hanya membangun hari ini, tetapi menyiapkan masa depan. Generasi muda dipersiapkan bukan sekadar sebagai penerima kebijakan, melainkan sebagai pelaku perubahan di daerahnya sendiri.

Mimpi Papua Tengah yang Mulai Terbentuk

Bagi masyarakat Papua Tengah, kebijakan sekolah gratis adalah cermin harapan. Harapan bahwa anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan yang layak, tumbuh dengan kepercayaan diri, dan memiliki peluang yang setara dengan anak-anak di daerah lain.

Tantangan tentu masih ada. Konsistensi anggaran, pengawasan pelaksanaan, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun satu hal telah ditegaskan melalui kebijakan ini: masa depan Papua Tengah sedang dibangun dari ruang-ruang kelas.

Dengan langkah nyata tersebut, Meki Nawipa menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berpihak pada rakyat tidak berhenti pada slogan, melainkan hadir melalui keputusan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan menentukan arah generasi yang akan datang. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.