Nonton Bareng Film “Pesta Babi” di Gereja Waena Diwarnai Ketegangan, Polisi Turun Memantau

oleh -1147 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ketegangan mewarnai aksi ke-15 Suara Kaum Awam Katolik Papua di halaman Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura, Minggu (17/5/2026). Kegiatan nonton bareng film Pesta Babi yang digelar usai misa mendapat penolakan dari sejumlah umat, memicu adu mulut hingga aparat kepolisian turun melakukan pemantauan.

Situasi memanas ketika seorang umat Katolik setempat, Petrus Wou, mendatangi peserta aksi dan melontarkan teguran keras.

banner 728x90

“Anana, kam bubar sudah!” teriaknya dengan nada tinggi di tengah kerumunan peserta aksi.

Teguran tersebut langsung mendapat penolakan dari anggota Suara Kaum Awam Katolik Papua. Adu argumentasi pun tak terhindarkan dan sempat membuat suasana di lingkungan gereja menjadi tegang.

Tak lama berselang, seorang perempuan yang disebut sebagai mantan Penjabat Wali Kota Jayapura turut mendatangi lokasi. Ia mengaku sebagai Ketua Dewan Paroki dan meminta seluruh pihak menjaga etika di lingkungan gereja.

“Saya ini Dewan di sini, jadi tolong jaga etika. Tidak boleh suara besar,” ujarnya.

Pernyataan itu kembali memantik perdebatan singkat, namun situasi akhirnya berhasil dikendalikan sebelum berkembang lebih jauh.

Di tengah meningkatnya tensi, sebuah mobil patroli polisi tiba di halaman gereja. Aparat kepolisian hanya melakukan pemantauan tanpa mengambil tindakan langsung terhadap massa aksi maupun umat yang terlibat perdebatan.

Penyelenggara aksi menegaskan bahwa kegiatan nonton bareng dilakukan setelah misa selesai dan tidak mengganggu jalannya ibadah gereja.

Suara Kaum Awam Katolik Papua menilai upaya pembubaran aksi tersebut berkaitan dengan sikap sebagian pihak yang dianggap mendukung posisi Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.

Mereka menuding dukungan terhadap proyek tersebut berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat adat Anim Ha.

“Kami sarankan Pastor Paroki dan seluruh umat Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena untuk menonton bersama film Pesta Babi. Agar umat memahami persoalan yang sedang dihadapi masyarakat adat,” tegas Stenly Dambujai dalam pernyataan resmi Suara Kaum Awam Katolik Papua.

Aksi itu digelar bertepatan dengan Hari Minggu Paskah VII, Hari Minggu Komunikasi Sedunia, serta peringatan Santo Paskalis Baylon. Dalam refleksi Injil Yohanes 17:1-11a, massa aksi menegaskan bahwa Gereja harus berpihak kepada umat yang sedang menghadapi tekanan dan persoalan sosial di tengah kehidupan masyarakat Papua.

Dalam aksi ke-15 tersebut, Suara Kaum Awam Katolik Papua juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta klarifikasi Uskup Mandagi terkait dukungannya terhadap PSN, mendesak pergantian Uskup Merauke, meminta investigasi Vatikan dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta mendorong penunjukan uskup Orang Asli Papua (OAP) di Keuskupan Merauke, Agats-Asmat, dan Manokwari-Sorong. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.