Berita

Pemprov Papua Tengah Bergerak ke Puncak Jaya: Lima Korban Dirawat, Tim Gabungan Siap Turun Bawa Bantuan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bergerak cepat merespons perkembangan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, dengan mengerahkan sumber daya dan koordinasi lintas instansi secara terukur, terpadu, efektif, dan berbasis data lapangan terkini.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, memastikan tim gabungan lintas instansi akan diterjunkan langsung ke lokasi pada Kamis (24/4/2026), guna menangani korban sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara terpadu.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Papua Tengah dalam rangka percepatan respons pemerintah terhadap meningkatnya eskalasi situasi di wilayah terdampak. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Puncak, tercatat sedikitnya lima korban akibat insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Dari lima korban tersebut, tiga orang saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Mulia, satu korban dirawat di Nabire, dan satu lainnya telah dirujuk ke Jayapura untuk penanganan lanjutan,” ujar Silwanus Sumule kepada wartawan di Nabire, Selasa (21/4/2026).

Ia merinci, seorang anak berusia tujuh tahun yang dirawat di Nabire telah menjalani tindakan operasi medis dan kini menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik. Pemerintah, lanjutnya, juga menyiapkan pendampingan lanjutan secara komprehensif, termasuk layanan perlindungan anak dan dukungan psikososial pasca perawatan medis.

Sementara itu, satu korban lainnya, seorang perempuan berusia 27 tahun yang tengah mengandung usia kehamilan sekitar enam hingga tujuh bulan, saat ini menjalani penanganan medis intensif akibat luka di bagian dagu. Pemerintah memastikan pemberian penanganan khusus, termasuk kesiapan fasilitas rujukan untuk proses persalinan yang direncanakan difasilitasi di Jayapura.

“Penanganan korban menjadi prioritas utama dalam jangka pendek dan hingga saat ini telah berjalan optimal. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan guna menjamin keselamatan ibu dan bayi, serta memastikan seluruh kebutuhan medis terpenuhi secara maksimal,” tegasnya.

Selain penanganan medis, Pemprov Papua Tengah juga mengerahkan tim khusus untuk layanan trauma healing sebagai bagian dari pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Tim ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) guna memberikan pendampingan secara berkelanjutan.

Dalam rangka memperkuat respons terpadu, tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) akan diterjunkan dengan melibatkan sedikitnya enam instansi strategis, antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Keuangan, Dinas Kesehatan, serta unsur terkait dalam penanggulangan bencana daerah.

Seluruh kebutuhan pendanaan akan dialokasikan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna memastikan percepatan respons darurat dan efektivitas penanganan di lapangan.

Tidak hanya berfokus pada penanganan korban, pemerintah provinsi juga memastikan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak di sejumlah titik, khususnya di Distrik Sinak dan Mulia. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar masyarakat, layanan kesehatan lapangan, serta dukungan logistik darurat guna menjamin keberlangsungan hidup warga.

Di sisi lain, Pemprov Papua Tengah masih menunggu validasi data tambahan dari Pemerintah Kabupaten Puncak. Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai jumlah korban yang mencapai 15 orang, namun data tersebut hingga kini masih dalam proses verifikasi resmi oleh pemerintah daerah setempat.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Puncak telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Penetapan status ini menjadi dasar hukum bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mempercepat pelaksanaan intervensi penanganan secara terintegrasi, terukur, dan akuntabel.

Pemprov Papua Tengah menegaskan bahwa upaya penanganan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, mencakup langkah jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Adapun fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan korban, menjaga stabilitas situasi keamanan, serta menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di wilayah konflik secara menyeluruh. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Penduduk Papua Tengah Capai 1.397.590 Jiwa, Bertambah 13.363 pada Semester I 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Jumlah penduduk Provinsi Papua Tengah mencapai 1.397.590 jiwa pada Semester I 2026,…

4 jam ago

Cegah Pembakaran Hutan dan Lahan, Pemuda KINGMI Desak Pernyataan Bupati Nabire Ditindaklanjuti

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Biro Pemuda KINGMI Klasis Nabire, Yeri Nawipa, meminta pemerintah, aparat, lembaga…

4 jam ago

Mahasiswa Pegunungan Bintang Tolak Wacana Kabupaten Okmin, Soroti Transparansi dan Kesiapan Daerah

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Pegunungan Bintang yang juga Menteri HAM dan Hukum BEM Universitas Cenderawasih,…

5 jam ago

Kebakaran Lahan Kunga Disorot, Deinas Tenanum Desak Bupati dan Ketua DPRK Puncak Bertanggung Jawab

PUNCAK, TOMEI.ID | Dugaan pembakaran lahan di Kampung Kunga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah,…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: RAD SDGs Papua Tengah Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan…

7 jam ago

Meki Nawipa Desak KNPI Papua Tengah Perangi Miras, Narkoba dan Kekerasan di Kalangan Pemuda

PANIAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua…

7 jam ago