NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menjalin kerja sama bersama tiga bank nasional, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Nabire, Sabtu (18/4/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah agar lebih optimal, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan kolaborasi dengan sektor perbankan merupakan langkah konkret dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mitra perbankan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Jika kerja sama ini saling menguntungkan, tentu akan berlanjut menjadi kemitraan jangka panjang,” tegasnya.
Dalam kesepahaman tersebut, terdapat sejumlah poin strategis yang menjadi fokus utama, di antaranya optimalisasi pendapatan daerah guna meningkatkan nilai manfaat keuangan, serta penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
Pemprov Papua Tengah juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan mama-mama Papua, melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat asli Papua.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi prioritas, dengan mendorong keterlibatan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) di sektor perbankan sebagai bagian dari upaya mencetak pemimpin masa depan dari daerah.
Tak kalah penting, kerja sama ini juga diarahkan pada perluasan jangkauan layanan perbankan hingga ke wilayah pelosok, guna memastikan akses transaksi keuangan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai daerah.
Dengan terjalinnya sinergi ini, Pemprov Papua Tengah optimistis roda perekonomian daerah akan bergerak lebih cepat, inklusif, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. [*].










