Persipura Hajar PSIS 3-1, Barito Tersandung Puncak Klasemen Makin Membara!

oleh -1075 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura tampil beringas dan menundukkan PSIS Semarang dengan skor 3-1 dalam laga pekan ke-24 Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (18/4/2026).

Sejak peluit awal, duel berlangsung keras dan cepat. Kedua tim saling menekan tanpa kompromi, namun Persipura berhasil memecah kebuntuan tepat di ujung babak pertama lewat gol Kelly Sroyer pada menit ke-45.

banner 728x90

Memasuki babak kedua, Persipura makin menggila. Reno Salampessy menggandakan keunggulan di menit ke-71, mempertegas dominasi tuan rumah di lapangan.

PSIS sempat memberi perlawanan di detik akhir melalui gol Alberto Gonçalves pada menit ke-93. Namun harapan itu langsung dipatahkan setelah Viktor Mansaray menghantam gol penutup di menit ke-102, mengunci kemenangan 3-1 untuk Persipura.

Hasil ini membuat Persipura mengoleksi 59 poin dan semakin kokoh di puncak klasemen Grup B wilayah timur. Mereka kini menjauh dari para pesaing terdekat seperti Barito Putera dan PSS Sleman yang tertahan di angka 49 poin.

Di laga lain, Barito gagal menjaga momentum setelah hanya bermain imbang 3-3 melawan Kendal Tornado. Hasil itu membuat persaingan papan atas kian panas, namun tetap menguntungkan Persipura yang kini berada di jalur kuat menuju fase berikutnya.

Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, mengakui laga berjalan dalam tekanan tinggi sejak awal, dengan intensitas permainan yang sangat cepat dan penuh tekanan dari kedua tim.

“Di awal tensinya sangat tinggi. Ini pertandingan penting, pemain terlihat terburu-buru dan sempat kehilangan struktur permainan,” ujarnya usai laga.

Ia menegaskan gol di akhir babak pertama menjadi titik balik yang mengubah ritme permainan tim, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pemain dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

“Gol itu membuat pemain lebih tenang dan bisa mengontrol permainan di babak kedua,” jelasnya.
Rahmad juga mengungkap strategi kunci timnya dalam meredam permainan lawan, terutama menghadapi bola-bola atas.

“Kami sudah prediksi mereka akan bermain dengan bola tinggi. Karena itu, kami siapkan pemain dengan postur yang bisa mengantisipasi,” tambahnya.

Meski sempat kebobolan, Persipura tetap mampu menjaga kontrol hingga akhir. Rahmad juga menyinggung tekanan mental yang memengaruhi performa pemain di lapangan.

“Di latihan semua berjalan baik, tapi situasi pertandingan berbeda. Tekanan itu nyata,” katanya.

Sementara itu, Kelly Sroyer menegaskan kemenangan tim merupakan hasil disiplin menjalankan instruksi pelatih.
“Kami hanya jalankan apa yang sudah dilatih. Semua sesuai rencana,” ujarnya.

Meski menang meyakinkan, Rahmad mengingatkan timnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara permainan individu dan kolektif.

“Pemain Papua punya kemampuan individu luar biasa, tapi harus tetap dalam sistem tim, agar keseimbangan permainan tetap terjaga dan tidak mengganggu strategi kolektif tim,” tegasnya.

Dengan dua pertandingan tersisa, Persipura kini berada di posisi paling aman. Namun, target belum berubah: sapu bersih sisa laga demi memastikan langkah mereka tetap konsisten menuju fase berikutnya.

“Kewajiban kami adalah menang di dua pertandingan terakhir. Itu harga mati dan komitmen penuh tim untuk menjaga performa hingga akhir musim kompetisi,” tuturnya,” tutup Rahmad. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.