Berita

Penilaian Lomba Festival Kopi Papua Tengah 2026 Tuntas, Pemenang Diumumkan Saat Penutupan

NABIRE, TOMEI.ID | Proses penilaian berbagai kategori lomba dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 telah dilaksanakan oleh tim juri untuk menentukan peserta terbaik berdasarkan kemampuan, kualitas produk, serta kreativitas yang ditampilkan selama festival berlangsung.

Hasil penilaian tersebut akan diumumkan secara terbuka pada acara penutupan festival yang berlangsung di Aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Sabtu (30/10/2026).

Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andreas Gobai, mengatakan seluruh proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, dengan mengedepankan independensi, transparansi, ketelitian, serta standar penilaian terhadap kemampuan dan kualitas setiap peserta.

Penilaian tersebut mencakup sejumlah kategori perlombaan yang diikuti perwakilan kabupaten, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kedai kopi yang membuka stan selama festival berlangsung.

Menurut Andreas, terdapat empat kategori utama yang menjadi fokus penilaian pada hari kedua pelaksanaan festival, yakni barista terbaik, stan terbaik, biji kopi terbaik, serta stan dengan jumlah kopi terbanyak.

“Tim penilai yang kami libatkan betul-betul orang-orang yang kompeten. Mereka sudah melakukan penilaian secara jujur, arif, dan objektif terhadap seluruh stan yang ada di arena Festival Kopi Papua Tengah ini,” ujar Andreas di Nabire, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, setiap kategori memiliki indikator penilaian tersendiri. Pada kategori barista terbaik, tim juri memperhatikan kemampuan peserta, tahapan proses kerja, keterampilan, serta teknik dalam mengolah dan menyajikan kopi.

Sementara itu, penilaian kategori stan dengan jumlah kopi terbanyak didasarkan pada jumlah kopi yang dibawa oleh masing-masing kabupaten, termasuk proses pengolahan dan penyajiannya. Adapun kategori biji kopi terbaik tidak hanya mempertimbangkan jumlah yang ditampilkan, tetapi juga kualitas biji kopi yang dibawa oleh para peserta.

Andreas menegaskan, keputusan akhir mengenai pemenang sepenuhnya berada di tangan tim juri. Panitia, kata dia, tidak akan mencampuri ataupun mengintervensi hasil penilaian yang telah dilakukan.

“Semua pemenang akan kami sampaikan secara terbuka pada akhir kegiatan festival. Rencananya, acara penutupan dilaksanakan pukul 15.00 WIT,” katanya.

Terkait penghargaan, Andreas menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang berhasil menunjukkan kemampuan dan keunggulan dalam kategori perlombaan masing-masing.

Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan Festival Kopi Papua Tengah tahun ini masih menjadi tahap awal pengembangan kegiatan tersebut. Karena itu, sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

Meski demikian, menurutnya, festival ini memiliki arti penting karena memberikan ruang bagi petani kopi, barista, pelaku UMKM, dan berbagai pihak yang bergerak dalam usaha kopi lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.

Andreas berharap Festival Kopi Papua Tengah dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang melalui persiapan dan koordinasi yang lebih matang, baik oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor kopi dan memperluas peluang usaha masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan generasi muda Papua yang ingin menekuni dunia kopi agar tidak berhenti pada kebanggaan terhadap potensi daerah, tetapi harus disertai kemauan belajar, konsistensi, dan kesungguhan dalam mengembangkan keterampilan.

“Yang pertama adalah konsisten. Jangan hanya bangga sebagai anak Papua, tetapi tidak konsisten. Harus mau belajar dan menekuni bidang yang digeluti, baik sebagai barista maupun petani kopi,” tegasnya.

Ia menambahkan, petani kopi perlu menjaga kualitas hasil perkebunan, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan. Sementara itu, para barista dituntut terus meningkatkan keterampilan dan profesionalitas agar mampu menghasilkan sajian kopi yang berkualitas.

Menurut Andreas, pengembangan industri kopi Papua Tengah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk dan kapasitas sumber daya manusia. Potensi kopi daerah, kata dia, perlu didukung oleh kualitas hasil perkebunan serta kemampuan para pelaku usaha dalam mengolah dan memasarkannya.

Melalui Festival Kopi Papua Tengah 2026, diharapkan potensi kopi lokal semakin dikenal luas, sekaligus membuka ruang pengembangan bagi petani, barista, dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk serta daya saing kopi Papua Tengah. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Yohanes Kemong Desak Bupati Mimika Mundur dari Jabatan, Ini Alasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika,…

3 jam ago

Warga Wolo Pertanyakan Kelayakan Jembatan Kali Ilu, Minta Dinas PU Buka Transparansi Anggaran

WAMENA, TOMEI.ID | Masyarakat dan pemerintah kampung di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, membantah…

3 jam ago

Perpustakaan Kampung Kigamani Jadi Binaan Dinas, Dogiyai Perkuat Gerakan Literasi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai menetapkan Perpustakaan Kampung Kigamani sebagai…

5 jam ago

KPA Paniai Salurkan Bantuan Pangan, Dorong Dukungan Nutrisi bagi ODHA

PANIAI, TOMEI.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi Orang…

5 jam ago

Jembatan Puluhan Miliar di Jayawijaya Diprotes Warga: Goyang Saat Dilintasi dan Tak Layak Fungsi

WAMENA, TOMEI.ID | Proyek pembangunan Jembatan Kali Wolo di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, yang dikerjakan…

5 jam ago

Sempat Tertunda akibat Konflik, Pemuda Baptis Cup 2026 Kembali Digulirkan Besok

WAMENA, TOMEI.ID | Turnamen sepak bola Pemuda Baptis Cup 2026 yang sempat terhenti akibat konflik…

18 jam ago