Uncategorized

Persipura Gagal Promosi, Stadion Lukas Enembe Ricuh, Ambulans Brimob Dibakar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, memanas usai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026, Jumat (8/5/2026).

Kekalahan tersebut memastikan Persipura gagal promosi ke Liga 1 musim depan dan kembali bertahan di Liga 2.

Laga penentuan antara runner-up Grup B wilayah timur melawan runner-up Grup A wilayah barat itu berlangsung di hadapan 35.335 penonton yang memadati stadion terbesar di Papua.

Pertandingan dipimpin wasit FIFA asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, dan turut disaksikan sejumlah pejabat Papua serta petinggi sepak bola nasional.

Sejak babak pertama dimulai, Persipura tampil menekan dan lebih dominan dalam penguasaan bola. Skuad Mutiara Hitam beberapa kali membangun serangan cepat melalui lini sayap, namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Adhyaksa FC yang lebih mengandalkan permainan bertahan dan serangan balik.

Atmosfer stadion dipenuhi dukungan ribuan suporter yang terus memberikan semangat sepanjang pertandingan. Namun, dominasi permainan Persipura belum mampu dikonversi menjadi gol.

Dari sisi postur dan kekuatan fisik, pemain Adhyaksa FC terlihat lebih unggul dalam duel bola atas dan perebutan ruang tengah.

Meski demikian, lini belakang Persipura yang dikawal Alex Dusay, Yustinus Pae, Ruben Sanadi, dan Marco Motta Merauje tampil cukup solid meredam tekanan lawan.

Persipura memperoleh peluang emas pada menit ke-22, namun gagal dimaksimalkan menjadi gol. Dua menit kemudian, Gunansar Mandowen sempat menciptakan peluang berbahaya, tetapi dianulir wasit karena offside.

Saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang di babak pertama, Adhyaksa FC justru berhasil mencetak gol pada masa tambahan waktu menit ke-45+3 dan mengubah skor menjadi 0-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persipura kembali mengambil inisiatif serangan dan tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Tekanan demi tekanan terus dibangun ke pertahanan Adhyaksa FC.

Secara permainan, Persipura tampil cukup baik dan mampu menguasai tempo pertandingan. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol penyama kedudukan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 untuk kemenangan Adhyaksa FC tetap bertahan dan memastikan tim tamu merebut tiket promosi ke Liga 1.

Usai pertandingan, suasana stadion berubah ricuh.

Sejumlah penonton mulai melempar botol ke arah lapangan sejak sekitar 15 menit akhir pertandingan akibat meningkatnya ketegangan di tribun.

Kericuhan semakin memuncak setelah laga berakhir. Dari arah tribun terdengar teriakan protes terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap tidak netral oleh sebagian suporter.

Massa juga menyoroti dugaan handball pemain Adhyaksa FC di dalam kotak penalti yang tidak menghasilkan hadiah penalti bagi Persipura.

Situasi kemudian semakin tidak terkendali ketika sejumlah penonton melempar kembang api dan botol minuman ke arah lapangan hingga area stadion dipenuhi asap.

Beberapa suporter juga terlihat merusak bench pemain dan sejumlah fasilitas stadion sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan atas hasil pertandingan.

Saat wasit dan pemain Adhyaksa FC hendak menuju ruang ganti, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan dan evakuasi ketat. Namun, lemparan botol dari tribun masih terus terjadi.

Sejumlah suporter bahkan turun ke area lapangan sambil membawa beberapa bendera, di antaranya bendera merah hitam, bendera PNG, dan bendera Bintang Kejora.

Di luar stadion, massa juga terlihat berkumpul sehingga aparat keamanan melakukan pembubaran menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi terkait jumlah korban dalam insiden tersebut. Namun, satu unit mobil ambulans Brimob dilaporkan dibakar massa di sekitar area stadion.

Tomei.id masih terus memantau perkembangan situasi keamanan dan dampak kericuhan pasca pertandingan di Sentani, Kabupaten Jayapura. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Nobar Film “Pesta Babi” di Jayapura Jadi Ruang Kritik Sosial, AKJB Soroti Perampasan Tanah dan Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komunitas Anak Kompleks Jalan Baru (AKJB), Kotaraja, Kota Jayapura, menggelar kegiatan nonton…

2 hari ago

Pelajar Tewas Ditembak Aparat di Tembagapura, Mahasiswa Mimika Desak Pemda dan DPRD Usut Tuntas

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pelajar dan Mahasiswa Mimika Kota Studi Jayapura menggelar aksi mimbar bebas dan…

2 hari ago

Pemprov Papua Pegunungan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Ratusan Pengungsi di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mulai bergerak cepat melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan…

2 hari ago

Mulai 19 Mei, Uncen Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur JMSB dan RPL 2026

JAYAPURA, TOMEI.ID | Universitas Cenderawasih sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Tanah Papua telah resmi…

2 hari ago

HIPMI Papua Pegunungan Gelar RAKERDA Perdana, Soroti Kemiskinan dan Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Pegunungan resmi…

2 hari ago

Mahasiswa Paniai Se-Indonesia di Semarang-Salatiga Tolak DOB, Tambang, dan Militerisasi Tanah Adat Papua

SEMARANG, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Semarang–Salatiga menegaskan penolakan terhadap rencana pemekaran…

2 hari ago