Berita

PMKRI Cabang Nabire Apresiasi Pendekatan Humanis Polres Nabire dalam Pengamanan Aksi

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus Magnus menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Polres Nabire dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung aman, tertib, dan damai.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Nabire St. Albertus Magnus periode 2026–2028, Mikael Edowai, menilai pendekatan pengamanan yang mengedepankan komunikasi, dialog, dan persuasif menjadi langkah penting dalam menjaga ruang demokrasi sekaligus menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Nabire.

Menurut Mikael, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam pola interaksi antara aparat kepolisian dan masyarakat ketika menyampaikan pendapat di muka umum. Pendekatan yang lebih terbuka dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah munculnya ketegangan selama proses penyampaian aspirasi.

Ia menilai pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada pengendalian massa, tetapi juga harus memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dihormati sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Perubahan pendekatan ini sungguh kami rasakan dan kami hargai. Tidak ada lagi kekerasan atau pembubaran paksa, melainkan kehadiran aparat melalui pendampingan serta penghargaan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Inilah wujud nyata pengabdian yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Mikael Edowai dalam keterangan resminya kepada tomei.id di Nabire, Minggu (16/8/2026).

Ia mengatakan, komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dan peserta aksi menjadi salah satu unsur penting untuk mencegah kesalahpahaman maupun potensi eskalasi di lapangan.

Karena itu, PMKRI Cabang Nabire mendorong agar pendekatan pengamanan yang mengutamakan dialog dan komunikasi tetap dipertahankan dalam setiap pengawalan kegiatan masyarakat, khususnya ketika warga menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi.

Apresiasi tersebut secara khusus disampaikan kepada Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., beserta seluruh personel Polres Nabire yang menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

Menurut Mikael, profesionalitas aparat dalam mengawal aksi secara proporsional menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara kepolisian dan masyarakat. Pengamanan yang berjalan tertib, katanya, harus tetap dibarengi dengan penghormatan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.

Mikael menegaskan, keamanan dan kebebasan menyampaikan pendapat tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila aparat dan masyarakat sama-sama memahami batas kewenangan, tanggung jawab, serta aturan hukum yang berlaku.

“Bagi kami, keamanan bukan hanya soal tidak adanya kericuhan, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa aman ketika menyampaikan pendapat dan aparat dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Ini yang harus terus dijaga bersama,” katanya.

PMKRI Cabang Nabire juga mengajak masyarakat, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen sipil untuk bersama-sama menjaga suasana damai dalam setiap penyampaian aspirasi.

Mikael mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan tuntutan secara tertib dan bertanggung jawab. Pada saat yang sama, aparat kepolisian diharapkan terus mengedepankan profesionalitas, pendekatan proporsional, serta komunikasi yang terbuka selama menjalankan tugas pengamanan.

Ia berharap pola komunikasi antara Polres Nabire dan masyarakat dapat terus diperkuat, bukan hanya ketika berlangsung aksi penyampaian aspirasi, tetapi juga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap kepolisian akan semakin kuat apabila pelayanan keamanan dilaksanakan secara transparan, profesional, proporsional, serta konsisten menghormati hak-hak masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam satu hari. Karena itu, pendekatan yang baik seperti ini harus menjadi kebiasaan dan terus ditingkatkan. Kami berharap hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat di Nabire semakin baik, sehingga Nabire dapat menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat,” ujar Mikael.

PMKRI Cabang Nabire St. Albertus Magnus bersama membangun Nabire yang damai dan bermartabat, menjunjung demokrasi, menghormati hukum, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mendorong terciptanya keamanan yang berkeadilan demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Fredi Bunai Dorong Barista Muda Angkat Kopi Lokal Papua Tengah ke Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pelatihan barista bagi Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah diharapkan…

1 jam ago

Papua Tengah Catat Kesenjangan 30.941 Peserta Jaminan Sosial, 74 OAP Disiapkan Ikuti Pelatihan Kerja

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan…

2 jam ago

Meki Nawipa: Pendataan Akurat Jadi Kunci Tekan Pengangguran OAP di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengidentifikasi…

2 jam ago

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Baru 46,2 Persen, Dinkes Kejar Target 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Cakupan imunisasi campak-rubela dalam penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten…

2 jam ago

MRP Papua Tengah Verifikasi 120 Dokumen Calon Praja IPDN, 18 Peserta Tercatat Non-OAP

JAYAPURA, TOMEI.ID | Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRPPT) melakukan verifikasi faktual terhadap dokumen…

2 jam ago

BERITA FOTO: Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk mengejar target…

3 jam ago