Berita

Remaja 18 Tahun Tewas dalam Dugaan Serangan Bom Drone TNI di Lanny Jaya

WAMENA, TOMEI.ID | Seorang remaja berusia 18 tahun bernama Penti Weya dilaporkan meninggal dunia setelah terkena ledakan yang diduga berasal dari serangan bom oleh aparat TNI menggunakan pesawat nirawak (drone) di Kampung Wunapunggu, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami luka berat di wajah dan tubuh serta kehilangan lengan kanan akibat ledakan tersebut.

“Lengan tangan kanan putus, lengan kiri, wajah dan tubuh korban mengalami luka-luka akibat serpihan bom,” tulis laporan masyarakat.

Masyarakat setempat menuding serangan dilakukan aparat TNI dan menyasar kawasan permukiman warga sipil. Jenazah korban saat ini sedang dalam proses kremasi oleh warga setempat.

Sebelumnya, pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 12.15 WIT, serangan serupa juga dilaporkan terjadi di sekitar Gereja Katolik wilayah Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Serangan yang disebut menggunakan drone tersebut mengakibatkan lebih dari lima warga sipil menjadi korban, di antaranya Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga meninggalkan lubang besar di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, TPNPB memperingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena operasi udara dilaporkan masih berlangsung di wilayah tersebut.

“Warga sipil yang berkebun, mencari kayu bakar, dan beraktivitas di depan rumah agar segera berhati-hati ketika melihat drone militer Indonesia melewati udara,” tulis TPNPB.

TPNPB menilai insiden yang menewaskan Penti Weya merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan pelanggaran HAM berat.

“Serangan bom terhadap Penti Weya hingga korban tewas adalah pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh negara Indonesia melalui aparat militernya. Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Peristiwa di Distrik Melagi bukan yang pertama. Pada 5 Oktober 2025, seorang warga sipil bernama Mayu Walia dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan aparat TNI Non Organik, sementara Yoban Walia ditangkap dan hingga kini dilaporkan belum diketahui keberadaannya.

Insiden tersebut memicu pengungsian warga di enam kampung, yakni Wenabunggu, Mbu, Yigemili, Kewagi, Wabiragi, dan Gunumbo. Sementara gereja yang terdampak meliputi Gereja Wenabunggu, Mbu, Yuki, Kewagi, Pelena, dan Gunumbo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait laporan dugaan serangan drone yang menyebabkan tewasnya Penti Weya di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Staf Sekretariat DPR Papua Tengah Larang Wartawan Cepos Liput Rapat Banggar

NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis Cenderawasih Pos (CEPOS), Theresia F. Tekege, mengaku dilarang masuk ke ruang…

1 jam ago

KINGMI Desak Akses Kemanusiaan Dibuka, Investigasi Independen Dugaan Penembakan di Samboga

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

8 jam ago

Pemprov Papua Perkuat Komunikasi Imunisasi di Perbatasan RI–PNG, Media KIE Berbasis Budaya Lokal Disiapkan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, bersama UNICEF Indonesia, dengan dukungan Departemen Luar…

9 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perketat Tata Kelola Dana Hibah, Lima Rekomendasi Ditetapkan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperketat tata kelola dana hibah pemerintah daerah…

20 jam ago

KLHS RDTR Perkotaan Manokwari Soroti Banjir, Abrasi dan Ancaman Bencana

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menempatkan banjir, genangan, abrasi, pengelolaan limbah dan persampahan…

20 jam ago

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

1 hari ago