Berita

SRPB Bergerak akan Gelar Aksi Damai Hari ini, Desak Pencabutan PSN dan Tolak Militerisme

MANOKWARI, TOMEI.ID | Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak di wilayah Manokwari akan menggelar aksi damai pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan tuntutan pencabutan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan penolakan militerisme di Tanah Papua. 

Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari mahasiswa, buruh, petani, nelayan, perempuan, hingga pemuda, yang bersatu menyuarakan kegelisahan atas arah kebijakan pembangunan dan situasi sosial di Papua Barat.

Aksi direncanakan dimulai sejak pukul 07.00 WIT dengan titik kumpul di sejumlah lokasi strategis di Kota Manokwari, yakni Pintu Utama Universitas Papua (UNIPA), Lampu Merah Makalo, Lampu Merah Sanggeng, serta Lampu Merah Wosi Haji Bauw. Dari titik-titik tersebut, massa kemudian bergerak menuju Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat dan Kantor DPR Provinsi Papua Barat sebagai pusat penyampaian aspirasi.

Mengusung tema “Cabut PSN dan Tolak Militerisme”, massa menegaskan penolakan terhadap proyek-proyek strategis nasional yang dinilai merusak dan berdampak langsung terhadap masyarakat adat. 

Mereka menilai proyek tersebut berpotensi merampas tanah adat, merusak hutan, serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua Barat. Selain itu, meningkatnya pendekatan militeristik juga disoroti karena dianggap mempersempit ruang sipil dan memperparah situasi kemanusiaan di tanah Papua.

Koordinator Lapangan (Korlap), Nebot, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas kolektif dalam memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat adat.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat untuk bersatu mempertahankan tanah, hutan, dan kehidupan kami dari ancaman perampasan dan kerusakan,” ujarnya.

SRPB juga menekankan posisi strategis Papua dalam konteks global sebagai wilayah dengan kekayaan ekologis tinggi. Mereka menyebut Papua sebagai “benteng terakhir iklim dunia”, sehingga perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat dinilai sebagai hal yang tidak dapat ditawar.

Sekretaris Koordinator Lapangan (Sekorlap), Rusn dan Locap, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan secara damai sebagai sarana penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah dan lembaga legislatif.

Mereka berharap suara masyarakat akar rumput dapat didengar dan menjadi dasar dalam evaluasi kebijakan.

Melalui aksi ini, massa mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan PSN di Papua Barat serta menghentikan pendekatan militeristik dalam menangani persoalan di Papua. 

Tak akan diam, SRPB Bergetak juga menegaskan komitmen penuh untuk terus mendorong memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri serta perlindungan lingkungan sebagai bagian dari masa depan Papua yang berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Aktivis HAM Papua Naftall Tipagau Desak Komnas HAM RI Bentuk Tim Investigasi Penembakan Warga Sipil di Intan Jaya

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis HAM Papua asal Intan Jaya, Naftall Tipagau, mendesak Komisi Nasional Hak…

5 jam ago

LBH Papua Desak Kapolri Perintahkan Kapolda Papua Proses Hukum Oknum Polisi yang Diduga Lakukan Penyiksaan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mendesak Kapolri memerintahkan Kapolda Papua mengusut dan…

6 jam ago

TPNPB Nyatakan Bertanggung Jawab atas Penembakan Pilot WNA AS dan Pembakaran Pesawat PT AMA di Yahukimo

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bertanggung jawab atas penembakan pilot…

7 jam ago

Gerakan Belanja Produk Lokal Digencarkan, Gubernur Papua Barat Libatkan ASN Dukung Petani

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli…

7 jam ago

Vanuatu-Australia Teken Perjanjian Nakamal, Larang Pangkalan Militer Asing dan Perkuat Kemitraan Strategis

CANBERRA, TOMEI.ID | Australia dan Vanuatu menandatangani Perjanjian Nakamal di Canberra, Senin (29/6/2026), yang memperkuat…

14 jam ago

Anggota DPRK Intan Jaya Desak Investigasi Terbuka atas Tewasnya Ibu Hamil di Sugapa

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Seorang ibu hamil bernama Merkiana Duwitau dilaporkan meninggal dunia dalam insiden…

1 hari ago