Berita

Tragedi Kemanusiaan di Yahukimo: Ibu Esera Sam dan Janin Meninggal, Sistem Kesehatan Dipertanyakan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Papua Pegunungan. Seorang ibu hamil, Esera Sam, bersama janin yang dikandungnya meninggal dunia di Kampung Degitme, Distrik Duram, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (14/2/2026).

Peristiwa ini memicu sorotan serius terhadap kondisi pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Papua yang dinilai masih jauh dari standar kelayakan nasional serta minim pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.

Informasi yang dihimpun dari keluarga menyebutkan bahwa Esera Sam mengalami kondisi kritis menjelang persalinan. Namun akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai tidak tersedia secara optimal. Keterbatasan tenaga medis, minimnya sarana dan prasarana, serta sistem rujukan yang tidak berjalan efektif diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisi hingga berujung pada meninggalnya ibu dan bayi yang belum sempat dilahirkan.

Kematian Esera Sam menjadi duka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan pertanyaan besar terhadap pemerataan layanan kesehatan di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Yahukimo. Di wilayah terpencil seperti Distrik Duram, akses terhadap dokter, fasilitas kegawatdaruratan ibu dan anak, serta transportasi medis masih sangat terbatas.

Mahasiswa asal Yahukimo, Ernius Mirin, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ernius Mirin menilai peristiwa ini mencerminkan kegagalan sistem dalam memenuhi hak dasar warga negara.

“Kesehatan adalah hak dasar sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Negara wajib menyediakan layanan kesehatan yang layak, merata, dan dapat diakses tanpa diskriminasi,” tegas Ernius Mirin.

Menurut Ernius Mirin, sejumlah persoalan mendasar perlu menjadi perhatian serius, antara lain ketimpangan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, kekurangan tenaga medis dan dokter spesialis di wilayah pedalaman, sistem rujukan darurat yang tidak efektif, serta lemahnya pengawasan dan evaluasi kinerja fasilitas kesehatan daerah.

Ernius Mirin menekankan bahwa apabila kematian tersebut benar terjadi akibat tidak tersedianya pelayanan yang memadai, maka peristiwa ini bukan sekadar musibah, melainkan kegagalan sistem yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan administratif.

Lebih lanjut, Ernius Mirin mendesak agar pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya dalam pemerataan fasilitas dan tenaga medis, penguatan layanan kegawatdaruratan ibu dan anak, serta transparansi dan akuntabilitas dinas kesehatan daerah.

Kematian Esera Sam dan janinnya menjadi pengingat bahwa nyawa ibu dan anak bukan sekadar angka statistik. Setiap kematian akibat keterbatasan layanan kesehatan merupakan cerminan persoalan struktural yang harus segera dibenahi.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi konkret bagi pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Papua Pegunungan maupun wilayah terpencil lainnya di Indonesia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

UNIPA Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu, Indonesia–Australia Perkuat Ketahanan Iklim Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai diarahkan pada pendekatan terpadu…

3 menit ago

KNPB Nabire Desak Peninjauan Perjanjian 1962, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Minta Mediasi Internasional

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire kembali menyoroti persoalan sejarah dan…

26 menit ago

Dinsos Papua Pegunungan Salurkan Bantuan ke Tujuh Panti, Lima Titik Sudah Terjangkau

WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada panti…

36 menit ago

DPRK Nduga Pacu Dua Raperda, Fokus Stabilkan Harga dan Perluas Kerja Sama Daerah

NDUGA, TOMEI.ID | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Papua…

51 menit ago

Gubernur Meki Tegaskan Papua Tengah Benahi Tata Kelola Otsus, Data OAP Jadi Prioritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat pembenahan tata kelola Otonomi Khusus (Otsus)…

1 jam ago

Meki Nawipa Minta OPD Integrasikan Data dan Program untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah delapan…

15 jam ago