WAMENA, TOMEI.ID | Yayasan Anak Papua Bersinar (YAPB) atau Papua Worship Kids resmi diluncurkan di Wamena, Selasa (7/7), sebagai wadah pembinaan generasi muda Papua Pegunungan. Program yang berlangsung di 15 titik di Kabupaten Jayawijaya itu difokuskan pada pembentukan karakter, penguatan iman, peningkatan keterampilan, serta pencegahan berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan anak-anak Papua.
Melalui pembelajaran musik, pujian, membaca, menulis, dan bahasa Inggris, YAPB membekali peserta dengan kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan hidup guna mendorong lahirnya generasi Papua yang berpendidikan, mandiri, dan berdaya saing.
Pembina YAPB sekaligus Anggota DPR Papua Pegunungan, Fransina Daby, mengatakan yayasan tersebut dibentuk sebagai upaya menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif, seperti minuman keras, narkoba, dan putus sekolah.
“Hari ini resmi kami launching Yayasan Anak Papua Bersinar. Kiranya dengan adanya yayasan ini bisa membantu anak-anak generasi Papua yang sedang rusak dengan berbagai macam kemaru dunia seperti kaibon, ganja, dan putus sekolah. Saya sebagai wakil rakyat sekaligus mama di Papua Pegunungan punya hati besar untuk merangkul mereka,” ujar Fransina.
Menurutnya, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan di 15 titik dengan melibatkan para pembina yang mendampingi proses belajar sekaligus membangun karakter anak-anak Papua.
“Kami mendidik mereka dengan alat musik, membaca, menulis, dan bahasa Inggris. Saya percaya, 20–40 tahun ke depan, anak-anak ini akan menjadi pemimpin masa depan: bupati, gubernur, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu saya minta dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyediakan fasilitas,” tegasnya.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Jayawijaya, Kompol Albertus Mabel, mengajak generasi muda Papua tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan menghormati orang tua sebagai bekal membangun masa depan.
“Masa depan ada pada generasi ini. Rajinlah ke gereja dan hormati orang tua,” pesannya.
Peluncuran YAPB dihadiri Ketua Yayasan Ardi Logo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Johanis Hendri Tetelepta, para orang tua, serta guru-guru yang mendukung program pembinaan Anak Papua Bersinar. [*].










