Berita

61 ASN Papua Tengah Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK, Perkuat Tata Kelola Pengadaan yang Profesional dan Berintegritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa melalui Uji Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Level 1 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan proses pengadaan pemerintah berjalan profesional, transparan, akuntabel, sekaligus memperluas keberpihakan kepada pelaku usaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

BACA JUGA: Gubernur Papua Tengah Buka Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Aparatur

Kegiatan yang diselenggarakan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah itu berlangsung di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Nabire pada 24–25 Juli 2026. Sebanyak 61 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti uji kompetensi tersebut, terdiri atas 47 peserta PBJ Level 1 dan 14 peserta PPK Tipe C.

Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Papua Tengah, Martinus Agapa, menegaskan pelaksanaan uji kompetensi merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kompetensi aparatur agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip pengadaan yang baik.

BACA JUGA: Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

“Melalui peningkatan kompetensi aparatur, diharapkan setiap pelaksanaan pengadaan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pengadaan yang baik,” tegas Martinus.

Selama dua hari, peserta mengikuti uji kompetensi sesuai standar nasional untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, dan pemahaman dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara profesional.

BACA JUGA: Retreat Level Up Resmi Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Lahirnya Pemimpin Kristen Berkarakter dan Bersatu

Martinus menjelaskan Biro Pengadaan Barang dan Jasa terus mendorong peningkatan jumlah aparatur yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pengadaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik melalui sistem pengadaan yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Peningkatan kompetensi para pelaku pengadaan diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas tata kelola pengadaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tetapi juga mampu mendukung implementasi kebijakan pemerintah dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi pemberdayaan pelaku usaha daerah, khususnya Pelaku Usaha Orang Asli Papua (OAP),” harapnya.

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 yang menempatkan pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan partisipasi usaha lokal, serta memperluas kesempatan bagi Pelaku Usaha Orang Asli Papua dalam memenuhi kebutuhan pemerintah.

Martinus berharap seluruh peserta yang dinyatakan kompeten mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada setiap tahapan pengadaan. Dengan demikian, setiap proses pengadaan dapat berjalan sesuai prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel, sekaligus memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha lokal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Martinus, peningkatan kompetensi aparatur harus berjalan seiring dengan perluasan akses pasar bagi produk lokal Papua Tengah melalui Katalog Elektronik. Karena itu, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam pemberdayaan Pelaku Usaha Orang Asli Papua serta pemanfaatan produk lokal, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pelaku usaha OAP memasarkan dan menayangkan produknya pada Katalog Elektronik agar memiliki akses yang lebih luas dalam pengadaan pemerintah.

“Melalui peningkatan jumlah produk lokal yang tayang pada Katalog Elektronik serta didukung oleh aparatur pengadaan yang kompeten, diharapkan tercipta ekosistem pengadaan yang lebih inklusif, berpihak kepada usaha lokal, mampu meningkatkan daya saing Pelaku Usaha Orang Asli Papua, serta memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Duduk Perkara Saling Bantah APBD Papua Pegunungan: DPRP Bantah Klaim Pemprov, Audit BPK Terhadap Tiga Instansi Didesak

WAMENA, TOMEI.ID | Polemik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Pegunungan memanas. DPR…

2 jam ago

Bupati Pegunungan Bintang Tegaskan Dukungan Penuh HIPMI, Sepei Kalakmabin Resmi Nahkodai BPC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten setempat…

2 jam ago

Deinas Geley Sambut Wakil Menteri Bappenas, Bahas Sinkronisasi Arah Pembangunan Tanah Papua Tengah

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, menyambut kedatangan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan…

5 jam ago

MRP Papua Tengah Usulkan Penguatan Kewenangan dan Pengawasan Dana Otsus dalam Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004

TIMIKA, TOMEI.ID | Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah mengusulkan penguatan kewenangan, kelembagaan, keuangan, dan…

5 jam ago

Gubernur Meki Wajibkan ASN Papua Tengah Patuhi Kode Etik, SKP Melalui E-Kinerja Jadi Keharusan

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di…

6 jam ago

FPT2 Imbau Warga Papua Tengah Waspada ISPA dan Polusi Udara Selama Musim Kemarau

NABIRE, TOMEI.ID | Forum Papua Tengah Terang (FPT2) melalui Ketua Bidang Departemen Kesehatan, Marselus Magai,…

6 jam ago