JAYAPURA, TOMEI.ID | Bursa pemilihan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua periode 2026–2030 mulai memanas. Tiga nama kuat mencuat dan diperkirakan akan bersaing ketat, yakni Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, Abisai Rollo, dan Kamasan Jack Komboy.
Dinamika ini menjadi perhatian publik, khususnya pecinta sepak bola di Papua, mengingat posisi Ketua PSSI Papua dinilai strategis dalam menentukan arah pembinaan dan prestasi sepak bola di Bumi Cenderawasih.
Ketiga figur tersebut hadir dengan latar belakang berbeda, mulai dari kekuatan birokrasi, politik, hingga pengalaman langsung di dunia sepak bola.
Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dinilai sebagai kandidat dengan kekuatan jaringan paling luas. Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat Gubernur Papua itu memiliki pengalaman memimpin institusi besar serta dukungan struktural di tingkat nasional.
Dari sisi manajerial, Fakhiri dianggap unggul dalam kepemimpinan strategis, pengelolaan organisasi, serta kemampuan menjaga stabilitas, termasuk dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala besar.
Di sisi lain, Abisai Rollo membawa kekuatan dari pengalaman politik dan pemerintahan. Mantan Ketua DPRD Kota Jayapura yang kini menjabat Wali Kota Jayapura itu dikenal memiliki basis sosial yang kuat serta kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat.
Meski demikian, pengaruhnya di sektor sepak bola dinilai belum sekuat kandidat lain, namun tetap berpotensi menjadi figur kunci dalam menentukan arah dukungan.
Sementara itu, Kamasan Jack Komboy tampil sebagai representasi “orang dalam sepak bola”. Mantan pemain Persipura itu dikenal dekat dengan ekosistem sepak bola lokal, mulai dari pemain, pelatih, hingga komunitas akar rumput.
Kamasan dinilai memiliki pemahaman teknis yang kuat terkait kebutuhan pembinaan dan pengembangan sepak bola Papua dari level bawah.
Peta Peluang Kandidat
Berdasarkan analisis pengamat sepak bola Papua yang dihimpun tomei.id, Matius D. Fakhiri diperkirakan memiliki peluang sekitar 40 persen. Ia unggul dari sisi jaringan kekuasaan dan dukungan struktural.
Kamasan Jack Komboy berada di posisi kedua dengan peluang sekitar 35 persen, dengan basis dukungan dari kalangan pelaku sepak bola yang menginginkan perubahan berbasis kompetensi teknis.
Sementara Abisai Rollo memiliki peluang sekitar 25 persen. Meski tidak dominan di sektor sepak bola, posisinya dinilai strategis sebagai penyeimbang dalam kontestasi.
Faktor Penentu Pemilihan
Pengamat menilai arah pemilihan Ketua PSSI Papua akan sangat ditentukan oleh komposisi pemilih yang memiliki kepentingan strategis serta orientasi kekuasaan dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Jika dominasi berada pada elit dan jaringan kekuasaan yang mapan serta terorganisir kuat, maka Matius D. Fakhiri berpeluang besar untuk unggul dalam kontestasi ini secara signifikan.
Namun, jika fokus pemilihan diarahkan pada pembenahan sepak bola dari level akar rumput secara serius dan berkelanjutan, maka Kamasan Jack Komboy dinilai memiliki peluang lebih kuat untuk meraih dukungan luas.
Di sisi lain, Abisai Rollo berpotensi memainkan peran sebagai “penentu arah” dalam dinamika pemilihan, terutama dalam membangun koalisi dukungan strategis lintas kepentingan politik dan organisasi.
Dengan konfigurasi kekuatan yang beragam, kontestasi Ketua PSSI Papua periode 2026–2030 diprediksi berlangsung ketat dan akan menjadi penentu arah masa depan sepak bola Papua. [*].









