KNPB Balim–Wamena Gelar Diskusi Peringatan 1 Mei, Angkat Isu Kemanusiaan di Papua

oleh -1110 Dilihat

WAMENA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim–Wamena menggelar diskusi mimbar bebas dalam rangka memperingati 63 tahun peristiwa 1 Mei 1963.

Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat KNPB Balim–Wamena, Jumat (1/5/2026), dengan mengangkat tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

banner 728x90

Diskusi dimulai pukul 10.30 WIT dan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Alexander Maurin, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah dinamika yang dihadapi masyarakat.

Selanjutnya, penanggung jawab kegiatan, Mardi Hiluka, menyampaikan pemaparan mengenai perjalanan sejarah politik Papua. Ia menyinggung sejumlah peristiwa penting, mulai dari Deklarasi 1 Desember 1961, Tri Komando Rakyat 19 Desember 1961, hingga Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang berujung pada penyerahan administrasi Papua kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Menurutnya, pemahaman terhadap rangkaian sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan situasi Papua saat ini.

Dalam sesi diskusi, berbagai tokoh dan perwakilan organisasi turut menyampaikan pandangan. Pdt. Alexander Maurin menekankan peran gereja sebagai ruang penguatan moral dan spiritual, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan.

Mantan tahanan politik, Linus Hiluka, menyampaikan pentingnya membangun kebersamaan antar elemen masyarakat. Ia menilai solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Sementara itu, perwakilan GRPWP, Ferdi Doga, menyoroti kondisi sosial masyarakat dan mengajak semua pihak untuk melihat identitas bersama sebagai dasar persatuan. Pandangan serupa juga disampaikan perwakilan MAIP yang menekankan perlunya keterlibatan masyarakat sipil dalam mendorong langkah-langkah kolektif.

Dari unsur pemuda, Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya, Henggi Hilapok, menyatakan komitmen generasi muda untuk terus berperan aktif dalam merespons perkembangan situasi sosial. Ia menegaskan pentingnya menjaga tanggung jawab bersama demi masa depan masyarakat Papua.

Perwakilan mahasiswa dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapan agar seluruh elemen kepemimpinan dapat memperkuat koordinasi dan kebersamaan, serta menegaskan kesiapan mahasiswa untuk tetap terlibat dalam ruang-ruang sosial kemasyarakatan.

Selain diskusi dan orasi, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan seni berupa drama dan pembacaan puisi oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai komunitas.

Pada akhir kegiatan, Sekretaris KNPB Balim–Wamena, Yernias Kabak, membacakan pernyataan sikap yang kemudian diserahkan kepada perwakilan lembaga terkait, Firdaus Hilapok, selaku wakil nasional utusan wilayah adat Lapago.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Martinus Aliknoe, yang kembali mengingatkan pentingnya persatuan, khususnya di kalangan generasi muda.

Koordinator lapangan, Erik Aliknoe, dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib dan terkendali hingga berakhir pada pukul 15.00 WIT.

Peringatan 1 Mei di Wamena ini menjadi bagian dari refleksi sejarah sekaligus ruang dialog bagi berbagai elemen masyarakat dalam menyampaikan pandangan terkait isu sosial dan kemanusiaan di Papua. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.