Berita

Massa Lempar Kantor DPR Papua Tengah, Kaca Pecah! Kekecewaan Memuncak soal Aspirasi

NABIRE, TOMEI.ID | Aksi demonstrasi mahasiswa di Nabire, Papua Tengah, berujung ricuh setelah massa melempari Kantor DPR Papua Tengah hingga menyebabkan kaca bagian kiri gedung retak dan sebagian pecah, Senin (27/4/2026).

Insiden ini mencerminkan memuncaknya kekecewaan terhadap lembaga legislatif yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat, serta dianggap gagal menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan akuntabilitas secara maksimal.

Kericuhan terjadi di tengah jalannya aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung dengan orasi. Massa yang tersulut emosi mulai melempar benda ke arah gedung DPR sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan atas tuntutan yang dinilai tidak pernah ditindaklanjuti.

Mahasiswa menuding DPR Papua Tengah gagal menjalankan fungsi utama sebagai representasi rakyat, khususnya dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mereka menilai berbagai laporan dan tuntutan yang diajukan selama ini tidak mendapat kejelasan, bahkan terkesan diabaikan.

“Kami kecewa, aspirasi yang kami sampaikan tidak pernah direspons,” tegas salah satu massa aksi dalam orasinya.

Kritik juga diarahkan pada minimnya transparansi lembaga legislatif terkait tindak lanjut aspirasi. Menurut massa, tidak ada penjelasan terbuka mengenai sejauh mana suara rakyat diperjuangkan di tingkat kebijakan.

Di hadapan sejumlah anggota DPR Papua Tengah yang berada di lokasi, massa menyampaikan protes secara langsung dengan nada keras. Mereka menilai kehadiran legislatif selama ini baru terlihat ketika situasi sudah memanas dan tekanan publik meningkat.

“Ada korban begini baru kamu berdiri. DPR, kamu tidak tahu malu,” seru salah satu orator, menggambarkan kekecewaan mendalam terhadap respons yang dianggap lamban dan reaktif.

Situasi sempat memanas, namun berhasil dikendalikan setelah koordinator aksi mengimbau massa untuk menahan diri dan melanjutkan penyampaian aspirasi secara lebih terarah. Aparat keamanan juga tampak bersiaga untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi indikator meningkatnya tekanan publik terhadap DPR Papua Tengah. Kepercayaan masyarakat dinilai terus menurun seiring dengan persepsi bahwa lembaga legislatif belum menjalankan fungsi pengawasan dan representasi secara maksimal.

Aksi tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan terhadap rakyat kini semakin menguat, dan tidak lagi dapat diabaikan oleh para pemangku kebijakan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

1 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

1 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

2 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

7 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

8 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

9 jam ago