NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat transformasi birokrasi berbasis inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan memperkuat daya saing daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah di Nabire, Kamis (11/6/2026).
BACA JUGA: SAPA Foundation Lampaui Target, Program Kursus Bahasa Inggris Jangkau 980 Siswa di Papua Tengah
Kegiatan yang berlangsung selama 11–12 Juni 2026 itu dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah yang diwakili Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas.
Dalam sambutannya, Ukkas menegaskan bahwa inovasi daerah menjadi kebutuhan strategis di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik dan semakin kompleksnya tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat lagi bekerja dengan pola yang biasa. Seluruh perangkat daerah harus mampu menghadirkan terobosan yang efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Karena itu, inovasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah,” ujar Ukkas.
Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award (IGA) bukan sekadar ajang penilaian maupun penghargaan. Lebih dari itu, inovasi harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan.
“Inovasi harus hadir dalam bentuk kebijakan yang efektif, pelayanan yang lebih cepat, tata kelola yang lebih sederhana, dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ukkas mengatakan, penguatan inovasi daerah sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, konektivitas wilayah, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Karena itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta mampu melahirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan arah pembangunan daerah.
“Inovasi bisa dimulai dari penyederhanaan pelayanan, percepatan administrasi, peningkatan koordinasi lintas OPD, maupun pendekatan kerja yang lebih efektif dan responsif,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ukkas juga memberikan apresiasi kepada seluruh OPD di lingkungan Pemprov Papua Tengah yang telah berpartisipasi dalam penginputan Indeks Inovasi Daerah sehingga mampu mencatatkan hasil yang cukup baik dalam penilaian inovasi tingkat nasional.
“Hal ini perlu terus ditingkatkan melalui kerja yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berbasis data,” katanya.
Ia menilai bimbingan teknis ini memiliki peran penting untuk memastikan seluruh inovasi daerah terdokumentasi dan terinput secara benar sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Pasalnya, masih banyak program inovatif yang belum memperoleh pengakuan optimal karena lemahnya dokumentasi dan pelaporan.
“Banyak program yang sebenarnya inovatif, tetapi tidak terdokumentasi dan tidak terinput dengan baik sehingga tidak terbaca dalam sistem penilaian nasional. Di sini letak pentingnya koordinasi teknis dan pemahaman yang sama antar perangkat daerah,” ujarnya.
Ukkas berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara serius dan memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat kapasitas masing-masing OPD dalam pengelolaan inovasi daerah.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kapasitas masing-masing OPD. Jangan hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar memahami substansi dan mekanisme penginputan inovasi daerah,” harapnya.
Ia juga meminta para pimpinan OPD terus mendorong budaya kerja yang kreatif, adaptif, dan solutif agar pemerintah daerah mampu bergerak cepat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir berbagai inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung terciptanya pemerintahan yang efektif dan akuntabel di Provinsi Papua Tengah,” terangnya.
Melalui penguatan kapasitas perangkat daerah dan optimalisasi sistem pelaporan inovasi, Pemprov Papua Tengah berharap dapat meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah sekaligus mendorong lahirnya berbagai terobosan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. [*]










