SAPA Foundation Lampaui Target, Program Kursus Bahasa Inggris Jangkau 980 Siswa di Papua Tengah

oleh -1184 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Program kursus Bahasa Inggris hasil kolaborasi Yayasan Syena Ahoro Papua (SAPA Foundation) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah berhasil melampaui target pelaksanaan. Dari target awal 875 peserta, program tersebut mampu menjangkau 980 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme siswa, sekolah, dan masyarakat terhadap peningkatan kompetensi Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan global di masa depan.

banner 728x90

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Tegaskan Gereja sebagai Mitra Strategis Pembangunan, HUT ke-19 GBGP Jemaat Yope Jadi Momentum Penguatan Iman

Ketua SAPA Foundation, Christywella Saroy, mengatakan program yang berlangsung selama satu bulan itu tidak hanya berhasil melampaui target peserta, tetapi juga memberikan dampak bagi puluhan sekolah di Papua Tengah.

“Selama satu bulan SAPA Foundation telah melaksanakan program kursus Bahasa Inggris di tiga kabupaten di Papua Tengah, yaitu Nabire, Dogiyai, dan Deiyai. Dari target awal sebanyak 875 siswa, SAPA Foundation berhasil melampaui target dengan menjangkau 980 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Program ini juga memberi manfaat untuk 21 sekolah dampingan dan memberikan dampak kepada 10 sekolah imbas,” kata Christywella Saroy dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi indikator tingginya kebutuhan dan minat peserta didik terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Karena itu, SAPA Foundation berharap program serupa dapat dilaksanakan kembali dengan durasi yang lebih panjang agar hasil yang dicapai semakin optimal.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, program ini diharapkan mampu memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan Bahasa Inggris sebagai salah satu kompetensi penting di era globalisasi.

“Program yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris siswa sekolah menengah, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan pendidikan yang lebih tinggi dan persaingan global. Berbagai materi disampaikan secara interaktif, mencakup keterampilan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis, serta diperkaya dengan praktik langsung agar lebih mudah dipahami,” katanya.

Sebelum pelaksanaan kursus, SAPA Foundation menyelenggarakan Capacity Building dan In-House Training selama tiga hari yang diikuti 16 tutor dan delapan guru. Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga pengajar melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami siswa.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para tutor dan guru ditempatkan di Nabire, Dogiyai, dan Deiyai untuk melaksanakan program kursus di sekolah-sekolah sasaran. Kegiatan belajar dilaksanakan di luar jam sekolah guna memastikan tidak mengganggu proses pembelajaran reguler.

Selama tiga hingga empat minggu pelaksanaan program, para siswa mengikuti kelas Bahasa Inggris setiap hari dengan durasi tiga hingga empat jam pelajaran per pertemuan. Materi yang diberikan meliputi penguasaan kosakata, pelafalan, penyusunan kalimat, hingga keterampilan berbicara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Seksi Data dan Fasilitasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Medelky Anouw, menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kebijakan nasional terkait penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

“Tahun 2027, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menjadikan Bahasa Inggris sebagai program wajib dalam kurikulum sekolah sejak tingkat SD. Untuk menyambut kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjemput bola melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan menghadirkan program kursus ini sebagai landasan awal. Kami percaya bahwa Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Anak-anak sekolah perlu dipersiapkan dengan kemampuan Bahasa Inggris agar mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Medelky Anouw.

Sebagai bagian dari evaluasi program, SAPA Foundation juga menggelar English Competition di tiga kabupaten tersebut. Kompetisi tersebut menjadi sarana mengukur perkembangan kemampuan peserta setelah mengikuti kursus selama satu bulan.

Berbagai kategori lomba dipertandingkan, mulai dari Flash Card Race, Spelling Bee, Vocabulary Race, Sentence Building hingga Picture Talk. Selain menguji kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Respons positif datang dari para peserta program. Mereka mengaku memperoleh pengalaman belajar baru yang membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris.

“Dulu saya takut berbicara bahasa Inggris, sekarang jadi lebih berani. Cara mengajarnya juga asyik dan mudah dimengerti,” kata salah seorang siswa peserta dari Nabire.

SAPA Foundation merupakan yayasan yang berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat di Tanah Papua melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.