MANOKWARI, TOMEI.ID | Tawa anak-anak, doa yang tulus, dan suasana penuh kehangatan menyelimuti Asrama Mahasiswa Yalimo Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (13/6/2026). Di tempat itu, keluarga besar Halitopo bersama ratusan tamu berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-5 Wene Halitopo dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita.
Perayaan tersebut tidak sekadar menjadi penanda bertambahnya usia seorang anak, tetapi juga menjadi momentum yang mempertemukan keluarga, mahasiswa, pemuda, orang tua, dan masyarakat dalam satu ikatan persaudaraan yang hangat. Kehadiran ratusan tamu menciptakan suasana kebersamaan yang terasa begitu kuat sejak awal hingga akhir acara.
Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan Wene Halitopo yang kini genap berusia lima tahun, keluarga menyelenggarakan ibadah syukur yang menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, para hadirin memanjatkan doa serta harapan terbaik bagi masa depan sang anak.
Firman Tuhan disampaikan oleh Oiyus Itlay melalui renungan dari Kitab Amsal pasal 16 hingga 17. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh jemaat untuk hidup dalam hikmat Tuhan, menjaga kerendahan hati, serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan.
Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari seluruh peserta yang hadir. Mahasiswa, pemuda, anak-anak, hingga para orang tua mengikuti ibadah dengan khidmat, menunjukkan kuatnya nilai spiritual dan kebersamaan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, momen sederhana seperti perayaan ulang tahun memiliki makna yang jauh lebih dalam. Tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kasih, kekeluargaan, penghormatan kepada sesama, serta rasa syukur kepada Tuhan sejak usia dini.
Keluarga Halitopo menyampaikan rasa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan yang terus menyertai kehidupan Wene selama lima tahun terakhir. Mereka berharap Wene dapat bertumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki rasa takut akan Tuhan sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
Harapan serupa juga disampaikan para tamu yang hadir. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi wujud kasih dan perhatian agar Wene kelak tumbuh menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.
Pada penghujung acara, BP Arnol Y. Halitopo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga, sahabat, mahasiswa, pemuda, masyarakat, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, serta sumbangan sehingga perayaan dapat berlangsung dengan baik dan penuh berkat.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, para tamu berbagi cerita, tawa, dan kebahagiaan. Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kasih, dan rasa syukur merupakan kekuatan yang terus mempersatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan dan kesibukan kehidupan. [*].










