DOGIYAI, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan akses pendidikan, Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM) Pos Kampung Kigamani terus mendorong budaya membaca, menulis, dan berhitung melalui ruang belajar literasi yang terbuka bagi masyarakat kampung.
Kegiatan tersebut digelar di Balai Kampung Kigamani, Distrik Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (13/8/2026), dan diikuti anak-anak dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum yang membutuhkan pembelajaran literasi dasar.
Wakil Ketua KLDM sekaligus penggerak literasi dan pengelola Perpustakaan Kampung Kigamani, Hubertus Dogomo, mengatakan ruang belajar tersebut dibuka sebagai tempat bagi masyarakat untuk belajar bersama tanpa membatasi latar belakang maupun usia.
“Harapan kami sebagai penggerak literasi adalah membuka ruang belajar ini agar siapa saja dapat datang dan belajar bersama kami untuk mencerdaskan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Hubertus kepada tomei.id di Dogiyai, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hubertus, pembelajaran dilakukan dengan membagi peserta ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kemampuan dasar yang sedang dipelajari. Pola tersebut dilakukan agar peserta dapat mengikuti materi secara bertahap.
Dalam pelaksanaannya, terdapat kelas yang berfokus pada pengenalan huruf alfabet. Peserta lainnya belajar membentuk kata, sementara kelompok berikutnya diarahkan untuk membaca kalimat, paragraf, dan bacaan sekaligus berlatih menulis serta berhitung.
Hubertus menjelaskan, keberadaan ruang belajar di kampung menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih membutuhkan penguatan kemampuan literasi dasar.
Karena itu, kegiatan tidak hanya diarahkan kepada anak-anak sekolah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Ia menilai, budaya literasi perlu dibangun dari lingkungan terdekat masyarakat. Kampung menjadi salah satu ruang penting untuk menumbuhkan kebiasaan belajar secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Belajar ini diperuntukkan bagi masyarakat yang butuh belajar literasi dasar,” kata Hubertus.
Sementara itu, Ketua Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM), Redi Wouwibi Dogomo, menjadi narasumber kedua dalam kegiatan tersebut. Kehadiran KLDM melalui Pos Kampung Kigamani menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak hanya dipusatkan di wilayah perkotaan, tetapi juga didorong hingga ke tingkat kampung.
KLDM melalui kegiatan literasi di Kigamani membuka ruang pembelajaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berhitung melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung di lingkungan kampung.
Bagi penggerak literasi, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting agar ruang belajar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula kesempatan untuk membangun lingkungan belajar yang aktif di Kampung Kigamani.
Kegiatan tersebut ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk terus memanfaatkan ruang belajar yang telah dibuka dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mari kita terus belajar literasi bersama untuk membangun masyarakat cerdas mulai dari kampung kita,” demikian ajakan penggerak literasi KLDM Pos Kampung Kigamani. [*].













