Berita

Selpius Bobii Desak Komnas HAM RI Turun ke Dogiyai, Dugaan Intimidasi Saksi RSUD Picu Alarm HAM

DEIYAI, TOMEI.ID | Aktivis hak asasi manusia Papua sekaligus eks tahanan politik, Selpius Bobii, mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) segera turun ke Dogiyai untuk melindungi para saksi kunci dalam tragedi berdarah Dogiyai yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka tertanggal Sabtu (9/5/2026) setelah muncul dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan RSUD Pratama Dogiyai yang disebut mengetahui proses penanganan korban, termasuk kematian Juventus Edowai.

Dalam surat terbuka tersebut, Selpius Bobii menyampaikan keprihatinan serius atas situasi keamanan di Dogiyai yang dinilai semakin mengkhawatirkan menyusul beredarnya informasi dugaan tekanan terhadap saksi-saksi penting kasus tersebut.

“Melalui surat terbuka ini, kami menyampaikan keprihatinan serius atas dugaan teror dan intimidasi terhadap para saksi kunci dalam tragedi berdarah di Dogiyai, Papua Tengah,” tulis Selpius Bobii dalam pernyataannya.

Menurut informasi yang disebut beredar di media sosial pada 8 Mei 2026, sejumlah personel Brimob dilaporkan mendatangi RSUD Pratama Dogiyai dengan perlengkapan bersenjata lengkap. Kehadiran aparat itu disebut memicu kepanikan di kalangan tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.

Dalam surat tersebut, tenaga kesehatan RSUD Dogiyai disebut merupakan saksi penting dalam penanganan korban tragedi berdarah Dogiyai, termasuk terkait dugaan penyerahan dua jari korban yang telah terpotong kepada petugas rumah sakit oleh oknum aparat kepolisian.

Informasi itu kemudian memunculkan dugaan serius mengenai kemungkinan keterlibatan aparat dalam kematian Juventus Edowai. Namun demikian, Selpius Bobii menegaskan seluruh informasi yang berkembang saat ini tetap harus diuji melalui investigasi independen dan pembuktian hukum secara objektif.

Disebutkan pula bahwa sekitar pukul 15.00 WIT, tiga truk Brimob mendatangi RSUD Pratama Dogiyai sehingga situasi rumah sakit dilaporkan menjadi mencekam.

Dalam kondisi panik tersebut, tenaga kesehatan disebut tidak sempat melakukan dokumentasi foto maupun video.

Atas situasi itu, Selpius Bobii menyampaikan tiga tuntutan utama kepada negara dan lembaga penegak HAM nasional.

Pertama, meminta POLRI menghentikan segala bentuk dugaan intimidasi maupun tekanan terhadap para saksi tragedi berdarah Dogiyai.

Kedua, mendesak Komnas HAM RI segera memberikan perlindungan hukum dan keamanan kepada tenaga kesehatan maupun pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.

Ketiga, meminta Komnas HAM RI segera melakukan investigasi independen untuk mengungkap pelaku, motif, serta fakta hukum dalam tragedi berdarah Dogiyai 31 Maret hingga 2 April 2026, termasuk menilai kemungkinan adanya unsur pelanggaran HAM berat.

“Kami menilai perlindungan terhadap saksi merupakan bagian penting dalam penegakan hak asasi manusia dan pencarian keadilan bagi korban maupun masyarakat Papua,” tegas Selpius Bobii.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Komnas HAM RI, Polri, maupun aparat keamanan terkait surat terbuka dan dugaan intimidasi terhadap saksi di RSUD Dogiyai tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pala Wondama Didorong Naik Kelas, FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Siapkan Produk UMKM Bernilai Tambah

TELUK WONDAMA, TOMEI.ID | Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) bersama Tim Ekspedisi Patriot…

2 jam ago

UNIPA Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu, Indonesia–Australia Perkuat Ketahanan Iklim Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai diarahkan pada pendekatan terpadu…

2 jam ago

KNPB Nabire Desak Peninjauan Perjanjian 1962, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Minta Mediasi Internasional

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire kembali menyoroti persoalan sejarah dan…

3 jam ago

Dinsos Papua Pegunungan Salurkan Bantuan ke Tujuh Panti, Lima Titik Sudah Terjangkau

WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada panti…

3 jam ago

DPRK Nduga Pacu Dua Raperda, Fokus Stabilkan Harga dan Perluas Kerja Sama Daerah

NDUGA, TOMEI.ID | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Papua…

3 jam ago

Gubernur Meki Tegaskan Papua Tengah Benahi Tata Kelola Otsus, Data OAP Jadi Prioritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat pembenahan tata kelola Otonomi Khusus (Otsus)…

3 jam ago