Berita

Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak Gelar Nobar “Pesta Babi”, Soroti Ancaman PSN terhadap Ruang Hidup Orang Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dirangkaikan dengan diskusi publik di Lapangan Asting Blok 1 dan 2, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi rakyat untuk membedah secara kritis dampak sosial, ekologis, dan politik dari kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai terus meluas di Tanah Papua.

Kegiatan itu melibatkan masyarakat umum, pemuda, mahasiswa, hingga komunitas adat di Manokwari. Panitia juga secara khusus mengundang penghuni Asrama Universitas Papua (UNIPA) serta elemen masyarakat adat guna memperkuat kesadaran kolektif terkait ancaman terhadap ruang hidup masyarakat Papua di tengah arus investasi dan eksploitasi sumber daya alam yang semakin meningkat.

Dalam forum tersebut, Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menghadirkan Guru Besar Fakultas Kehutanan UNIPA, Prof. Dr. Antoni Ungirwalu, S.Hut., M.Si., sebagai pemantik utama untuk mengulas persoalan dari perspektif akademik dan lingkungan hidup. Diskusi publik juga menghadirkan Agus Nahabiel sebagai pemantik kedua, sementara jalannya dialog dipandu oleh Didimus Numberi selaku moderator.

Perwakilan Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan ataupun seremoni biasa, melainkan ruang pendidikan politik rakyat untuk membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap arah pembangunan di Papua.

“Ini adalah momentum konsolidasi kesadaran dan penguatan komitmen bersama. Kami ingin menegaskan kembali tanggung jawab moral generasi muda dan masyarakat untuk menjaga tanah, hutan, air, serta ruang hidup rakyat Papua dari ancaman regulasi dan ekspansi pembangunan yang berpotensi merugikan masyarakat adat,” ujar perwakilan Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak dalam keterangan tertulis yang diterima Tomei.id di Manokwari, Senin (18/05/2026).

Mereka menilai Papua saat ini bukan hanya menghadapi persoalan pembangunan semata, tetapi juga sedang menghadapi pertarungan besar terkait masa depan lingkungan hidup, identitas masyarakat adat, dan keberlangsungan ruang hidup generasi mendatang di Tanah Papua.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara juga menyerukan pesan kepada publik bahwa Papua merupakan salah satu benteng terakhir iklim dunia yang harus dijaga secara kolektif dan berkelanjutan demi keberlangsungan hidup masyarakat adat serta kelestarian lingkungan.

Selain itu, seluruh peserta yang hadir diimbau menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, serta bersama-sama menolak segala bentuk ekstremisme dan tindakan yang dapat merusak persatuan masyarakat sipil di Papua.

Kegiatan ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran sosial masyarakat akar rumput agar lebih aktif mengawal arah pembangunan di Papua, khususnya terhadap proyek-proyek strategis yang dinilai berpotensi mengancam hak-hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kunci Pagar Diduga Dibawa, Satpol PP Nabire Buka Akses Kantor BPBD yang Terkunci

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire sempat terkendala memasuki…

8 menit ago

KINGMI Desak Akses Kemanusiaan Dibuka, Investigasi Independen Dugaan Penembakan di Samboga

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

26 menit ago

Pemprov Papua Perkuat Komunikasi Imunisasi di Perbatasan RI–PNG, Media KIE Berbasis Budaya Lokal Disiapkan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, bersama UNICEF Indonesia, dengan dukungan Departemen Luar…

1 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perketat Tata Kelola Dana Hibah, Lima Rekomendasi Ditetapkan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperketat tata kelola dana hibah pemerintah daerah…

12 jam ago

KLHS RDTR Perkotaan Manokwari Soroti Banjir, Abrasi dan Ancaman Bencana

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menempatkan banjir, genangan, abrasi, pengelolaan limbah dan persampahan…

12 jam ago

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

1 hari ago