NABIRE, TOMEI.ID | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mulai memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah dengan melantik pengurus tiga cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi.
Langkah ini menjadi bagian penting dari penataan kelembagaan olahraga sekaligus upaya membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan Papua Tengah dalam menghadapi berbagai agenda olahraga nasional.
Pelantikan dipimpin Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, dan berlangsung di Aula Restoran Jakarta, Nabire, Sabtu (26/9/2026).
Tiga organisasi olahraga yang dilantik yakni Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PARSEROSI), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), dan Rugby Union Papua Tengah.
Dalam kepengurusan yang dilantik, Agus A. Tapani, S.IP. dipercaya sebagai Ketua PARSEROSI Papua Tengah, Onis Gobai, S.T. sebagai Ketua PODSI Papua Tengah, sedangkan Odizeus Beanal, B.Sc. dipercaya memimpin Rugby Union Papua Tengah untuk periode 2025–2030.
Ketua KONI Papua Tengah Yosua Tipagau mengatakan, pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda administratif organisasi, tetapi merupakan bagian dari proses membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah di provinsi yang masih relatif baru tersebut.
Menurut Yosua, Papua Tengah masih berada dalam tahap penataan kelembagaan olahraga. Karena itu, keberadaan pengurus cabor yang memiliki struktur dan kepengurusan jelas menjadi penting untuk memastikan proses pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Setelah KONI Provinsi Papua Tengah terbentuk secara definitif, kami mulai menata organisasi dan manajemen KONI agar memiliki fondasi yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum KONI Papua Tengah terbentuk secara definitif, telah terdapat kepengurusan yang dibentuk untuk mempersiapkan keikutsertaan Papua Tengah dalam agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh. Pada masa Penjabat Gubernur Papua Tengah, KONI bersama sejumlah cabor juga telah dibentuk berdasarkan mandat pemerintah pusat untuk mempersiapkan kebutuhan olahraga daerah.
Yosua menegaskan, penataan organisasi cabor menjadi bagian penting karena KONI sebagai organisasi induk olahraga tidak secara langsung melakukan pembinaan terhadap seluruh atlet. Pembinaan atlet berada pada masing-masing cabang olahraga yang memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan potensi, membentuk program latihan, serta mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kompetisi.
“KONI tidak bisa berjalan sendiri tanpa cabang olahraga. Kita harus bekerja sama untuk mencetak atlet-atlet berprestasi dari Papua Tengah,” katanya.
Karena itu, pelantikan pengurus cabor dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan organisasi. Yosua menyebutkan, sebelumnya telah dilantik tiga cabor yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) dari tingkat pusat berdasarkan rekomendasi KONI Papua Tengah. Sejumlah cabor lainnya akan menyusul setelah memenuhi tahapan administrasi dan organisasi.
Menurutnya, proses pembentukan cabor di Papua Tengah saat ini mencakup beberapa kondisi. Ada organisasi yang telah memperoleh SK berdasarkan rekomendasi KONI Papua Tengah, terdapat cabor yang telah mendapatkan rekomendasi tetapi SK-nya masih dalam proses, serta terdapat pula cabor yang sudah berkembang di Papua Tengah namun kepengurusannya di tingkat provinsi belum terbentuk.
Penataan tersebut dinilai penting karena agenda olahraga nasional tidak dapat dipersiapkan secara mendadak. Yosua mengingatkan, Pra-PON yang dijadwalkan berlangsung tahun depan harus mulai dipersiapkan sejak sekarang, sementara agenda PON 2028 juga membutuhkan proses pembinaan dan seleksi atlet yang terencana.
“Semua yang dilantik hari ini adalah perintis yang mulai membangun olahraga di Provinsi Papua Tengah. Kita harus meletakkan fondasi organisasi yang benar agar ke depan pembinaan atlet dapat berjalan dengan baik,” ujar Yosua.
Ia berharap keberadaan kepengurusan cabor yang semakin lengkap dapat memperkuat sistem pembinaan atlet di Papua Tengah, sehingga potensi atlet dari berbagai kabupaten tidak berhenti pada kemampuan individu, tetapi dapat dikembangkan melalui organisasi, program latihan, kompetisi, dan pembinaan yang berkesinambungan.
Yosua juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem olahraga Papua Tengah. Menurutnya, pemerintah, KONI, pengurus cabor, pihak swasta, hingga kalangan pengusaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyediakan dukungan bagi pembinaan atlet dan pengembangan organisasi olahraga.
Ia menargetkan proses penataan tersebut terus berlanjut hingga seluruh cabor yang memiliki potensi dan kesiapan organisasi dapat terbentuk secara bertahap.
Dengan struktur yang semakin kuat, KONI Papua Tengah diharapkan tidak hanya memiliki organisasi olahraga yang lengkap, tetapi juga mampu membangun jalur pembinaan atlet yang jelas dari tingkat daerah menuju kompetisi nasional hingga internasional. [*]
NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah delapan…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat langkah penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dengan…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk mempercepat pendataan,…
PANIAI, TOMEI.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Paniai memperkuat akses dan kualitas pendidikan mendapat apresiasi dari…
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menerima penghargaan Terbaik I Pemerintah Daerah…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GIDI…