TPNPB Klaim Dua Remaja Tertembak Saat Membangun Gereja di Intan Jaya

oleh -1179 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim dua remaja mengalami luka tembak dalam operasi yang diduga dilakukan aparat militer Indonesia di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (29/6/2026).

Informasi tersebut disampaikan melalui Siaran Pers III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima redaksi dan ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.

banner 728x90

Menurut TPNPB, kedua korban yang disebut bernama Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, masing-masing diklaim masih berusia di bawah 18 tahun. TPNPB menyatakan insiden terjadi ketika keduanya bersama sejumlah warga sedang melakukan pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Titigi.

TPNPB mengklaim kedua korban mengalami luka tembak pada bagian kaki dan paha belakang sehingga tidak dapat berjalan. Dalam keterangannya, organisasi tersebut menyebut kedua korban hingga kini masih berada di Kampung Titigi.

Selain dugaan penembakan terhadap dua remaja tersebut, TPNPB juga mengklaim aparat militer melakukan penguasaan jalur utama yang menghubungkan Kota Sugapa menuju Kampung Titigi hingga ke arah Kabupaten Puncak.

Menurut mereka, operasi tersebut berlangsung bersamaan dengan operasi darat yang diklaim berlangsung sejak 26 hingga 29 Juni 2026.

Dalam siaran pers itu, TPNPB juga menuduh adanya penggunaan drone bersenjata yang disebut mengakibatkan kerusakan gereja, rumah warga, dan sejumlah fasilitas sipil di Distrik Hitadipa, Sugapa, dan Agisiga. Organisasi tersebut menyatakan operasi militer itu memicu gelombang pengungsian warga sipil ke kawasan hutan maupun ke pusat Kota Sugapa.

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom menyebut organisasi mereka mengutuk dugaan penembakan terhadap dua remaja tersebut. TPNPB menilai insiden itu sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan meminta perhatian masyarakat internasional.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, Dewan HAM PBB, serta lembaga-lembaga internasional untuk melakukan investigasi independen terhadap situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi tersebut masih merupakan klaim sepihak dari TPNPB sebagaimana tertuang dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, serta pihak Gereja Katolik setempat guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.