Berita

Wujudkan Indonesia Emas 2045, Gubernur Papua Tengah Paparkan Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas di Jakarta

JAKARTA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmen strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan emas, yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna menopang ketahanan moneter nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam keikutsertaan aktif pada Diskusi Panel Terpadu Indonesia Emas 2045 yang digelar di Jakarta, 5–6 Mei 2026, dengan mengusung tema “Strategi Integrasi Hulu ke Hilir Penguasaan Cadangan Emas Menuju Ketahanan Moneter yang Berdaulat.”

Forum strategis tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan nasional, meliputi pimpinan BUMN sektor pertambangan, pejabat tinggi kementerian teknis, sektor perbankan, serta lembaga riset nasional, antara lain MIND ID, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kehutanan, PT ANTAM, BRI, BRIN, serta Gubernur Papua Tengah.

Dalam forum tersebut, Gubernur Papua Tengah hadir sebagai narasumber dan memaparkan materi bertajuk “Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas Menuju Ketahanan Moneter.”

Dalam paparannya, Gubernur Papua Tengah menekankan bahwa sektor pertambangan, khususnya pertambangan rakyat, harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang legal, produktif, dan bermartabat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Selain itu, pendekatan kebijakan pengelolaan sumber daya alam harus menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dalam pengelolaan wilayah berbasis hak ulayat, bukan sekadar objek pembangunan, guna memastikan keadilan sosial dan keberlanjutan.

Gubernur Papua Tengah juga menegaskan bahwa integrasi pengelolaan emas dari hulu hingga hilir memiliki nilai strategis dalam memperkuat cadangan devisa negara, sekaligus mendorong kedaulatan moneter Indonesia secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan integratif tersebut, sektor pertambangan di Papua Tengah diyakini tidak hanya berkontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi pembangunan daerah.

Dampak tersebut mencakup percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat secara luas di wilayah Papua Tengah.

Dengan strategi pengelolaan yang terarah, terintegrasi, dan berbasis keberlanjutan, Papua Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional serta mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

1 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

2 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

2 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

2 jam ago

Staf Sekretariat DPR Papua Tengah Larang Wartawan Cepos Liput Rapat Banggar

NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis Cenderawasih Pos (CEPOS), Theresia F. Tekege, mengaku dilarang masuk ke ruang…

1 hari ago

KINGMI Desak Akses Kemanusiaan Dibuka, Investigasi Independen Dugaan Penembakan di Samboga

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

1 hari ago