Pemkab Dogiyai Resmikan Gedung Baru SMP Negeri 1 Mapia, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

oleh -1168 Dilihat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai, melalui Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.IP., secara resmi meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Mapia di Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kamis (30/7/2026).

Peresmian yang dilakukan mewakili Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat akses serta meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

banner 728x90

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Dinas Pendidikan, pemerintah Distrik Mapia, tokoh adat, tokoh masyarakat, orang tua siswa, dewan guru, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Willem Tagi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gedung sekolah tersebut. Menurutnya, kehadiran gedung baru bukan sekadar penambahan infrastruktur pendidikan, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Distrik Mapia.

“Pendidikan adalah investasi utama bagi masa depan daerah dan bangsa. Gedung baru ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Willem Tagi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA, guna meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Dogiyai.

Dalam arahannya, Willem Tagi menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh pemangku kepentingan.
Pertama, kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik agar memanfaatkan gedung baru secara optimal untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing.

Kedua, kepada seluruh peserta didik agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah, merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah, serta menjadikan gedung baru sebagai motivasi untuk semakin giat belajar.

Ketiga, kepada seluruh masyarakat Distrik Mapia agar berpartisipasi aktif dalam menjaga aset pendidikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Willem Tagi juga menegaskan status kepemilikan lahan tempat berdirinya SMP Negeri 1 Mapia. Ia menjelaskan bahwa tanah tersebut telah dihibahkan secara sukarela oleh pemilik hak ulayat dari Marga Tigi dan Marga Kegiye kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai sehingga telah sah menjadi aset pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Marga Tigi dan Marga Kegiye atas keikhlasan menyerahkan tanah ini demi kepentingan pendidikan.

Karena itu, kami berharap tidak ada lagi klaim ataupun gugatan terhadap lahan yang kini menjadi aset Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Mari kita hormati keputusan para leluhur demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai, Anakletus Agapa, S.Pd., menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan SMP Negeri 1 Mapia.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan akan terus memberikan dukungan kepada seluruh sekolah. Apabila terdapat kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan sarana maupun proses pendidikan, silakan berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1 Mapia, Fransiska Tagi, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas diresmikannya gedung sekolah yang selama ini dinantikan. Ia menceritakan bahwa selama lima tahun terakhir proses belajar mengajar harus berpindah-pindah akibat lokasi sekolah sebelumnya dikembalikan kepada pemilik hak ulayat.

Menurutnya, selama tiga tahun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menumpang di SD Inpres Bomomani, kemudian dua tahun berikutnya menggunakan fasilitas SMA setempat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan ruang belajar yang berdampak pada kenyamanan proses pendidikan.

“Dengan hadirnya gedung baru ini kami sangat bersyukur. Harapan kami selanjutnya adalah pembangunan pagar sekolah, laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, serta rumah dinas guru agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Fransiska Tagi.

Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar di gedung baru akan mulai dilaksanakan pada awal pekan mendatang bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Perwakilan orang tua sekaligus tokoh masyarakat Mapia, Bernardus Iyai, menyatakan komitmen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan aktivitas pendidikan di SMP Negeri 1 Mapia. Ia mengingatkan seluruh peserta didik agar tidak mengonsumsi minuman keras maupun mengunyah pinang di lingkungan sekolah.

Selain itu, Bernardus Iyai meminta agar tidak ada pihak ataupun oknum yang melakukan tindakan yang mengganggu proses belajar mengajar, termasuk aksi pemalakan maupun bentuk gangguan lainnya.

Menurutnya, masyarakat telah menyerahkan lahan pembangunan sekolah secara sukarela kepada pemerintah demi masa depan pendidikan generasi muda Mapia sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melindungi aset pendidikan tersebut.

Peresmian gedung baru SMP Negeri 1 Mapia diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter, dan siap membangun Kabupaten Dogiyai di masa depan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.