TIMIKA, TOMEI.ID | Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan standar administrasi. Ketepatan data, kedisiplinan pelaporan, dan tata kelola yang profesional juga diperlukan agar evaluasi pelayanan kesehatan di Papua Tengah dapat berjalan lebih baik.
Hal tersebut menjadi fokus utama Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Papua Tengah dalam Workshop Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Lanjutan Rumah Sakit dan Optimalisasi Pencatatan dan Pelaporan Rumah Sakit secara Online Tahun 2026, yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Swiss-Belinn Timika.
Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Yan Tenouye. Peserta yang hadir berasal dari rumah sakit di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Workshop tersebut bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan lanjutan sekaligus memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dan pengelola data rumah sakit dalam menerapkan standar pelayanan serta melakukan pencatatan dan pelaporan secara daring.
Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang profesional, pencatatan dan pelaporan yang tertib, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data kesehatan.
Data rumah sakit, menurutnya, memiliki peran krusial dalam perencanaan program, pemantauan capaian pelayanan, evaluasi kinerja, dan pengambilan kebijakan pembangunan kesehatan yang terarah seusai visi misi Gubernur.
Karena itu, pelaporan online diharapkan membantu memperkuat koordinasi dan pengawasan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit menjadi bagian krusial dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDA) dan pemerataan pelayanan dasar sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
Namun, upaya tersebut membutuhkan penerapan standar pelayanan secara konsisten, pencatatan data yang akurat, serta evaluasi yang berkelanjutan. Pelaksanaan workshop perlu diikuti langkah nyata agar tujuan peningkatan mutu tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Melalui kegiatan ini, Dinkes berharap rumah sakit di delapan kabupaten semakin memperkuat standar mutu pelayanan, mengoptimalkan pelaporan berbasis digital, dan membangun tata kelola yang profesional serta akuntabel.
Dinkes juga berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dan transformasi digital kesehatan untuk mendorong terwujudnya masyarakat Papua Tengah yang sehat dan sejahtera. [*].












