HUT ke-81 TNI di Nabire, Prajurit Didorong Semakin Profesional, Responsif dan Adaptif Hadapi Ancaman

oleh -1163 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan pentingnya profesionalisme, kesiapan, integritas, dan kemampuan adaptasi prajurit dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis serta perkembangan ancaman yang semakin kompleks di berbagai bidang.

Penegasan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang berlangsung di Lapangan Upacara Kodim 1705/Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (5/10/2026).

banner 728x90

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya bertumpu pada kemampuan pertahanan, tetapi juga pada kedekatan, kepercayaan, dan kemanunggalan bersama rakyat.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang dibacakan Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivian Alivianto, disampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian yang diberikan kepada bangsa dan negara.

“Kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” demikian amanat tersebut.

Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan dan kesehatan prajurit serta ASN TNI, termasuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan pertahanan dan keamanan.

“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” tegasnya.

Karena itu, penguatan kemampuan pertahanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme prajurit sesuai bidang tugas masing-masing. Setiap sumber daya yang dipercayakan kepada TNI juga harus dikelola secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas.

Amanat tersebut turut menyoroti perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah, hingga tuntutan menjaga integritas dalam pengelolaan sumber daya negara.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, TNI diminta tetap berpegang teguh pada jati diri dan arah pengabdian sebagai alat pertahanan negara yang menjalankan tugas berdasarkan konstitusi serta kepentingan nasional.

“TNI harus tetap berpegang pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya,” demikian amanat tersebut.

Momentum HUT ke-81 TNI diarahkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Untuk menjawab tantangan tersebut, TNI menekankan lima prinsip utama yang dirangkum dalam PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Pertama, profesional. Prajurit dituntut menguasai tugas dan tanggung jawab, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi, serta melaksanakan setiap tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.

Kedua, responsif. Prajurit harus peka terhadap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.

Ketiga, integratif. TNI harus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.

Keempat, modern. Prajurit dituntut menguasai alat dan peralatan pertahanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawabnya. Kemampuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun daya tangkal dan daya tempur yang nyata dalam menghadapi perkembangan ancaman.

Kelima, adaptif. Setiap penugasan dan pengalaman harus dijadikan bahan pembelajaran dengan terus mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, dan kemampuan dengan perkembangan lingkungan strategis dan karakter ancaman yang terus berubah.

“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah dalam mengembangkan kemampuan TNI untuk berpikir, bersikap, dan bertindak saat ini maupun di masa yang akan datang,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen prajurit dalam menjalankan tugas negara sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Kekuatan TNI diharapkan semakin profesional, responsif, modern, dan adaptif tanpa kehilangan jati diri serta kedekatan dengan rakyat. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.