IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Rescue Uji Kesiapsiagaan Darurat

oleh -1268 Dilihat

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan berkompetisi dalam 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 25–30 Oktober 2026.

BACA JUGA: IA-ITB Dorong Investasi Mineral dan Migas, SDM Lokal Papua Jadi Prioritas

banner 728x90

Ajang yang diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) ini bertujuan menguji keterampilan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kesiapsiagaan tim penyelamat dalam menghadapi keadaan darurat.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, mengatakan penyelenggaraan IFRC 2026 menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan keselamatan kerja serta penanganan keadaan darurat di sektor pertambangan dan energi.

“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap aspek operasi PTFI. Melalui IFRC 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat di industri pertambangan dan energi. Bagi kami, keberhasilan operasional adalah ketika seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan sehat dan selamat,” kata Carl dalam konferensi pers IFRC 2026 di Timika, Rabu (21/10/2026).

Menurut Carl, komitmen terhadap keselamatan diterapkan melalui nilai-nilai perusahaan, yakni Safety, Integrity, Commitment, Excellence, dan Respect (SINCERE), dengan keselamatan sebagai prioritas utama.

PTFI menyebut penerapan komitmen tersebut didukung sekitar 2.400 prosedur operasional standar, pelatihan keselamatan secara berkala, serta kampanye Safety Starts with Me untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) yang terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di Indonesia, termasuk penanganan gempa bumi, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menjelaskan kompetisi tahun ini mempertandingkan delapan kategori keterampilan tanggap darurat. Materi yang diuji mencakup penanganan kebakaran, penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, evakuasi di ruang terbatas dan ketinggian, hingga penyelamatan bawah air.

Menurut Periyadi, rangkaian simulasi dirancang untuk menguji kemampuan teknis, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi darurat.

Rangkaian kegiatan IFRC 2026 dijadwalkan berlangsung di sejumlah fasilitas PTFI, antara lain Fireground Kuala Kencana, Mimika Sport Complex, Multi Purpose Building Kuala Kencana, dan Danau Mile Post 28. Upacara pembukaan dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 di Mimika Sport Complex, kompetisi berlangsung pada 25–30 Oktober, sedangkan upacara penutupan dijadwalkan pada 31 Oktober 2026.

Di luar kompetisi, panitia juga menyiapkan kegiatan sosial dan edukasi yang melibatkan masyarakat Mimika. Salah satunya melalui program IFRC Peduli Timika yang dimulai pada 19 Oktober 2026 dengan menyiapkan sekitar 6.000 masker untuk didistribusikan ke fasilitas kesehatan, ruang publik, dan kegiatan edukasi.

Periyadi mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian panitia terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang melanda Timika. Panitia juga memantau perkembangan kondisi tersebut untuk mendukung keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“IFRC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan tanggap darurat, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat,” kata Periyadi.

Panitia turut menyiapkan panggung hiburan, kuliner Nusantara, dan pameran berbagai divisi PTFI untuk memperkenalkan penerapan nilai-nilai SINCERE dalam kegiatan operasional perusahaan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PTFI serta perajin lokal juga dilibatkan dalam pameran melalui dukungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika.

Program edukasi keselamatan bagi generasi muda turut menjadi bagian dari agenda kegiatan. Melalui Safety Goes to School yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026, panitia menargetkan sekitar 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Timika untuk mendapatkan pengenalan mengenai budaya keselamatan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, dan profesi penyelamat.

Sementara itu, perwakilan Pertapindo sekaligus Koordinator Juri IFRC 2026, Wiyono Winarno, mengatakan kompetisi tersebut menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran bersama untuk meningkatkan profesionalisme tim tanggap darurat di sektor pertambangan dan energi.

“IFRC bukan sekadar kompetisi untuk menentukan tim terbaik, tetapi juga wadah pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antartim penyelamat. Kami berharap keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di perusahaan masing-masing sekaligus memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat di Indonesia,” kata Wiyono.

Ia menambahkan, simulasi yang dirancang mendekati kondisi darurat sesungguhnya diharapkan mampu menguji kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai risiko, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan individu dan koordinasi antartim.

Melalui IFRC 2026, Pertapindo dan PTFI berharap pertukaran pengalaman antarperusahaan semakin kuat, kompetensi personel penyelamat terus meningkat, dan budaya keselamatan diterapkan secara berkelanjutan di sektor pertambangan dan energi Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menghadirkan ruang keterlibatan masyarakat melalui edukasi keselamatan, pameran UMKM, dan kegiatan publik yang diharapkan memberi manfaat bagi warga Mimika selama rangkaian acara berlangsung. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.