NABIRE, TOMEI.ID | Lima kepala kampung di Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, menunjukkan komitmen transparansi dan akuntabilitas dengan menggelar pameran pembangunan sekaligus evaluasi terbuka penggunaan Dana Desa tahap I dan II.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026) di halaman Kantor Distrik Asotipo ini menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk melihat secara langsung realisasi program pembangunan di kampung masing-masing.
Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), serta Staf Ahli Bupati Jayawijaya. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan pentingnya pengawasan bersama dalam pengelolaan dana publik di tingkat kampung.
Dalam pelaksanaan pameran, setiap kepala kampung memaparkan capaian fisik maupun nonfisik yang telah direalisasikan, termasuk penggunaan anggaran secara rinci. Evaluasi dilakukan secara terbuka, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, maupun masukan secara langsung.
Langkah ini dinilai sebagai praktik baik (best practice) dalam tata kelola pemerintahan kampung, sekaligus upaya membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan Dana Desa yang selama ini kerap menjadi sorotan.
Selain sebagai ajang pertanggungjawaban, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran antar kampung dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan.
Pemerintah distrik berharap model evaluasi terbuka ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, guna memastikan setiap rupiah Dana Desa benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan keterbukaan yang ditunjukkan, Distrik Asotipo mengirim pesan kuat bahwa pembangunan kampung tidak hanya soal realisasi program, tetapi juga tentang integritas, partisipasi, dan tanggung jawab kepada rakyat. [*].









