JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa (MUSORMA) ke-V yang akan dilaksanakan di Kota Jayapura pada Rabu (29/7/2026).
Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan strategis yang dihadiri Badan Pengurus Aktif, senior, serta seluruh mahasiswa IMPPETANG sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepemimpinan organisasi.
Penetapan jadwal MUSORMA menjadi keputusan utama dalam forum tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan persiapan menuju agenda tertinggi organisasi mahasiswa Pegunungan Bintang.
Dalam pertemuan itu, peserta juga memberikan mandat kepada Binius Jhordan Kalakmabin sebagai Steering Committee (SC) untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis, administrasi, dan substansi pelaksanaan MUSORMA V IMPPETANG Tahun 2026.
Ketua Panitia MUSORMA V IMPPETANG, Simran Dumweng Wasini, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi, melainkan momentum strategis untuk mempersiapkan kader-kader muda Pegunungan Bintang yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan daya saing di masa depan.
“MUSORMA ini merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kader dan membangun sumber daya manusia Pegunungan Bintang, bahkan untuk Papua secara umum,” ujarnya pada Selasa (21/7/2026).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Pegunungan Bintang, baik senior, alumni, tokoh masyarakat, maupun pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral dan material agar pelaksanaan MUSORMA dapat berjalan sukses sesuai harapan bersama.
Menurut Simran, keberhasilan MUSORMA tidak hanya ditentukan oleh panitia, tetapi juga oleh partisipasi seluruh elemen Pegunungan Bintang dalam menjaga semangat persatuan dan keberlanjutan organisasi mahasiswa.
Sementara itu, perwakilan pengurus IMPPETANG, Rumin Mul, menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dinilai tetap konsisten menjalankan kerja-kerja organisasi hingga mendekati hari puncak pelaksanaan MUSORMA.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang terhadap agenda kaderisasi mahasiswa yang selama ini menjadi salah satu ruang pembentukan calon pemimpin daerah.
“Perlu ada perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, karena MUSORMA ini sangat penting untuk memastikan kaderisasi dan regenerasi terus berjalan sehingga Pegunungan Bintang tidak mengalami krisis kader di masa depan,” tegasnya.
Rumin menilai IMPPETANG selama ini berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan yang melahirkan generasi intelektual Pegunungan Bintang melalui proses organisasi, pendidikan, dan pembinaan karakter mahasiswa.
Di sisi lain, Binius Jhordan Kalakmabin menekankan bahwa generasi muda Pegunungan Bintang saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat.
Karena itu, menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti dan harus menjadi agenda bersama seluruh elemen Pegunungan Bintang.
“Di tengah ancaman global yang terus bergejolak, kita tidak bisa membiarkan generasi muda kehilangan arah. Kaderisasi adalah kebutuhan mendesak, sehingga seluruh elemen Pegunungan Bintang harus mendukung penuh agar MUSORMA dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap MUSORMA V IMPPETANG dapat menjadi ruang lahirnya semangat kebersamaan, persatuan, dan solidaritas mahasiswa Pegunungan Bintang dari seluruh kota studi di Indonesia.
Pertemuan strategis tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan MUSORMA V IMPPETANG sebagai agenda penting dalam memperkuat regenerasi organisasi, membangun kualitas sumber daya manusia Pegunungan Bintang, serta menyiapkan generasi pemimpin Papua yang berintegritas dan berdaya saing di masa mendatang. [*].










