Rakerkesda I Papua Tengah Digelar di Puncak Jaya, Gubernur Fokuskan Pemerataan Layanan Kesehatan

oleh -1239 Dilihat

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memfokuskan pemerataan layanan kesehatan di delapan kabupaten melalui Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan di Aula Sasana Kaonak, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Matangkan RPPLH 2026–2056, Gubernur Tekankan Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Hak Adat

banner 728x90

Forum bertema “Mekar di Pegunungan, Papua Tengah Terang” itu menjadi wadah penyelarasan kebijakan, program, dan penganggaran sektor kesehatan.

Rakerkesda dibuka Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, para narasumber, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas Perempuan Gereja Kelola UMKM

“Tidak lupa juga saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras dan berdedikasi melayani masyarakat,” ujarnya.

Gubernur menegaskan Rakerkesda menjadi forum strategis untuk menyamakan arah pembangunan kesehatan, memperkuat koordinasi antarpemerintah, serta memastikan layanan kesehatan semakin berkualitas, mudah dijangkau, dan merata di seluruh Papua Tengah.

Menurutnya, pembangunan kesehatan di delapan kabupaten masih dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses pelayanan, minimnya tenaga kesehatan, hingga belum meratanya sarana dan prasarana.

“Pembangunan kesehatan di Provinsi Papua Tengah, khususnya pada delapan kabupaten di wilayah pegunungan dan wilayah dengan keterbatasan akses, masih menghadapi tantangan geografis, keterjangkauan pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, serta distribusi sarana dan prasarana kesehatan yang belum merata,” lanjut Gubernur.

Karena itu, Rakerkesda diharapkan mampu menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar seluruh program kesehatan tahun 2026 berjalan terarah, terukur, dan saling mendukung.

Ia menegaskan, dipilihnya Kabupaten Puncak Jaya sebagai lokasi pelaksanaan Rakerkesda merupakan wujud komitmen Pemprov Papua Tengah memperkuat layanan kesehatan dari wilayah dengan tantangan paling besar, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Kebijakan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah memperkuat rumah sakit dan puskesmas serta mengakselerasi program unggulan “Ko Harus Sehat” melalui Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Fokus kita adalah memperkuat kualitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan, meningkatkan pemanfaatan aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK), memperbaiki sistem rujukan melalui Sisrute, serta memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat di delapan kabupaten,” kata dia.

Gubernur menegaskan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus dikelola secara serius. Pemerintah Provinsi Papua Tengah, katanya, terus memperkuat fasilitas kesehatan, meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, membenahi sistem rujukan, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan aplikasi kesehatan.

“Melalui Rakerkesda ini, saya berharap seluruh peserta dapat membahas persoalan kesehatan secara terbuka dan menghasilkan langkah kerja yang jelas. Setiap kabupaten memiliki tantangan yang berbeda, sehingga diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh tenaga kesehatan,” harapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, baik di wilayah perkotaan, pesisir, lembah, maupun pegunungan. Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan harus dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari ketersediaan bangunan dan alat, tetapi juga dari kesungguhan kita dalam melayani masyarakat,” ajaknya.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap Rakerkesda I Papua Tengah Tahun 2026 menghasilkan rumusan kerja yang konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh kabupaten.

“Saya berharap Rakerkesda Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 ini dapat menghasilkan rumusan kerja yang terukur, dapat dilaksanakan, dan berdampak langsung bagi peningkatan layanan kesehatan di seluruh kabupaten,” tutupnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.