NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Peduli Alam dan Manusia yang tergabung dalam Siwiwo, Mapia, Pigaiye, Piyaiye, Topo, dan Wanggar (SIMAPITOWA) menggelar aksi damai di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Senin (10/8/2026). Mereka menolak rencana eksploitasi Gunung Weiland yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan ruang hidup masyarakat tota Mapiha.
Masyarakat akar rumput SIMAPITOWA menilai rencana pemanfaatan Gunung Weiland dan sekitarnya berpotensi berdampak terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat. Karena itu, massa mendesak pemerintah dan DPR Papua Tengah tidak mengabaikan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Sebelum bergerak menuju Kantor DPR Papua Tengah, massa berkumpul di sejumlah titik, yakni Hotel Adamant, Diayanti, dan Pasar Karang.
Sekitar pukul 10.00 WIT, setelah berkoordinasi dengan Kapolres Nabire, massa bergerak menuju gedung DPR Papua Tengah dengan berjalan kaki dalam aksi long march.
Ratusan peserta aksi mendapat pengawalan aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP. Pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan aksi berlangsung aman.
Kapolres Nabire sebelumnya mengerahkan 593 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.
Sekitar pukul 10.45 WIT, massa tiba di Kantor DPR Papua Tengah. Sejumlah anggota DPR Papua Tengah telah menunggu untuk menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan massa.
Dalam aksinya, SIMAPITOWA menegaskan penolakan terhadap rencana eksploitasi Gunung Weiland. Mereka meminta pemerintah daerah dan DPR Papua Tengah mempertimbangkan dampak ekologis dan sosial serta keberlanjutan lingkungan sebelum mengambil keputusan.
Aksi berlangsung damai di bawah pengawalan aparat keamanan. Aspirasi massa selanjutnya disampaikan kepada DPR Papua Tengah untuk diterima dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. [*].










