Gubernur Papua Tengah Bongkar Krisis Tenaga Kesehatan: Pelayanan Tidak Bisa Dibangun dengan Cara Biasa

oleh -1223 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa krisis tenaga kesehatan dan ketimpangan pelayanan medis di Papua Tengah tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan biasa tetapi harus akurat.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Penyiapan Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan Data Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire, Rabu (20/5/2026).

banner 728x90

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah beserta jajaran, kepala dinas kesehatan kabupaten se-Papua Tengah, kepala BKPSDM dan Ortal, direktur rumah sakit, pimpinan fasilitas kesehatan, narasumber, serta peserta workshop.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan manusia di Papua Tengah.

“Tidak mungkin kita berbicara tentang Papua Tengah yang maju dan berdaya saing apabila pelayanan kesehatan masyarakat belum berjalan optimal,” tegas Gubernur Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah mengungkapkan bahwa kondisi pelayanan kesehatan di Papua Tengah saat ini masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait kekurangan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, dari sembilan rumah sakit di Papua Tengah, baru tiga rumah sakit yang memiliki tujuh dokter spesialis utama secara lengkap.

Sementara itu, sebagian besar rumah sakit lainnya masih mengalami kekurangan dokter spesialis di berbagai bidang pelayanan medis.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat puskesmas. Dari 148 puskesmas di Papua Tengah, hanya sebagian kecil yang telah memenuhi standar sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai ketentuan nasional.

Secara keseluruhan, Papua Tengah masih mengalami kekurangan ratusan tenaga kesehatan di berbagai profesi.

Menurut Gubernur Papua Tengah, kondisi tersebut harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kesehatan.

“Data ini harus menjadi alarm sekaligus motivasi bagi kita semua untuk bergerak lebih cepat dan lebih tepat dalam melakukan perencanaan SDM kesehatan,” ujar Meki.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Gubernur, memiliki visi membangun Papua Tengah yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Gubernur Papua Tengah menekankan bahwa penyusunan Rencana Kebutuhan SDMK tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif tanpa implementasi nyata di lapangan.

“Dokumen ini harus menjadi dasar pengambilan kebijakan, mulai dari penempatan tenaga kesehatan, usulan formasi ASN dan PPPK, distribusi tenaga medis, hingga penguatan layanan kesehatan di daerah terpencil dan pegunungan,” tegasnya.

Seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten, BKPSDM, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan diminta serius dalam proses pemutakhiran data SDMK.

Gubernur Papua Tengah meminta seluruh data yang dimasukkan ke dalam sistem benar-benar valid dan sesuai kondisi lapangan.

“Keputusan yang baik hanya bisa lahir dari data yang baik,” kata Gubernur Meki.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi terhadap penggunaan sistem informasi kesehatan nasional melalui aplikasi SISDMK dan SATUSEHAT sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan.

Menurut Gubernur Meki, Papua Tengah tidak boleh tertinggal dalam transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Transformasi kesehatan, kata Gubernur, menuntut seluruh fasilitas kesehatan bekerja lebih profesional, terukur, dan berbasis data digital.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berharap kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah dengan akses kesehatan terbatas.

“Kita ingin masyarakat di Intan Jaya, Puncak, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika, Nabire, maupun Puncak Jaya mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama dan berkualitas,” ujarnya.

Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga kualitas perencanaan, integritas pelaksanaan, dan komitmen pengabdian seluruh pihak.

Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum tersebut sebagai langkah bersama memperkuat sistem kesehatan Papua Tengah yang lebih adil, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara resmi membuka kegiatan Penyiapan Data SDMK dan Rencana Kebutuhan SDMK Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.

“Semoga seluruh proses ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat Papua Tengah di masa depan,” tutupnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.